JurnalPatroliNews – Jakarta – Sandiaga Uno menegaskan bahwa keterlibatannya di dunia politik bukanlah keputusan yang ia sesali. Justru, menurutnya, perjalanan politik memberikan banyak pengalaman penting yang memperkaya cara pandangnya dalam melayani masyarakat.
Melalui unggahan di akun X, Sandiaga mengungkapkan bahwa politik mengajarkannya nilai pengorbanan, pengabdian, serta pentingnya mendengar aspirasi publik secara langsung.
“Masuk politik bukan sesuatu yang saya sesali. Dari situ saya belajar banyak hal tentang pengabdian, kepekaan, dan memahami kebutuhan masyarakat,” tulisnya, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan, keterlibatan dalam pemerintahan dan kontestasi politik membuatnya lebih memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengalaman tersebut, kata Sandiaga, kini menjadi bekal ketika dirinya kembali menaruh perhatian pada sektor bisnis dan kewirausahaan.
“Semua pelajaran itu saya bawa ke dunia usaha. Tujuan saya tetap sama, yaitu membuka peluang, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas ruang tumbuh bagi usaha kecil,” ujarnya.
Menurut Sandiaga, politik dan bisnis bukan dua bidang yang saling bertentangan. Politik dipandangnya sebagai medium pengabdian, sementara sektor usaha menjadi sarana konkret untuk mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Perjalanan politik Sandiaga dimulai saat ia maju sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Anies Baswedan pada Pilkada 2017. Pasangan tersebut berhasil memenangkan pemilihan, namun Sandiaga mengundurkan diri dari jabatannya pada 2018 untuk maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.
Meski belum berhasil memenangkan Pilpres, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam karier politiknya. Setelah itu, Sandiaga kembali dipercaya masuk kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dengan fokus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah tantangan pemulihan ekonomi nasional.














