Kemendag Pastikan Bawang Putih Impor Segera Tersedia, Harga Ditargetkan Turun Jelang Ramadan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Perdagangan memastikan pasokan bawang putih impor akan segera masuk ke pasar domestik dalam waktu dekat. Kebijakan ini ditempuh untuk menahan lonjakan harga yang mulai meningkat menjelang bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menyampaikan bahwa seluruh proses perizinan impor telah diselesaikan. Saat ini, pemerintah tinggal menunggu kedatangan kapal pengangkut bawang putih di pelabuhan.

Iqbal memperkirakan pasokan tersebut akan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Januari atau awal Februari 2026. Ia optimistis, setelah barang tersedia di pasar, harga bawang putih akan kembali bergerak mendekati harga acuan yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata harga bawang putih secara nasional pada pekan keempat Januari 2026 telah mencapai Rp39.810 per kilogram. Angka tersebut sudah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp38.000 per kilogram.

Kondisi yang lebih ekstrem bahkan terjadi di sejumlah daerah terpencil, seperti Puncak Jaya dan Pegunungan Bintang, di mana harga bawang putih sempat melonjak hingga menyentuh Rp100.000 per kilogram.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga bawang putih telah meluas ke lebih dari separuh wilayah Indonesia sejak Desember 2025.

Menanggapi situasi tersebut, Iqbal menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan bawang putih sebagai komoditas strategis yang mendapat perhatian khusus. Koordinasi lintas kementerian pun terus dilakukan untuk memastikan kelancaran pasokan.

Ia menambahkan, sesuai dengan jadwal yang telah disepakati, kedatangan bawang putih impor di Tanjung Priok tinggal menunggu waktu. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir karena ketersediaan barang akan segera pulih dan harga berangsur stabil.