JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menerima kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, di Istana Kremlin, Moskow, pada Jumat (30/1/2026).
Pertemuan tingkat tinggi ini dilakukan saat Republik Islam Iran berada dalam situasi krusial, baik dari sisi stabilitas domestik maupun ancaman keamanan eksternal.
Kantor Kepresidenan Rusia mengonfirmasi dialog tersebut melalui situs resmi mereka, yang menandakan pentingnya koordinasi strategis antara kedua negara dalam menghadapi dinamika geopolitik global saat ini.
Lawatan Larijani ke Moskow bertepatan dengan masa sulit bagi Teheran pasca pecahnya gelombang protes besar di dalam negeri yang dilaporkan memakan ribuan korban jiwa. Di saat yang sama, Iran juga menghadapi tekanan militer yang meningkat dari Amerika Serikat.
Kehadiran pejabat tinggi keamanan Iran di Rusia ini dinilai oleh banyak analis sebagai upaya untuk memperkuat dukungan internasional dan mengonsolidasikan kemitraan pertahanan dengan Rusia di tengah isolasi Barat.
Eskalasi di kawasan Timur Tengah kian nyata dengan pengerahan kekuatan angkatan laut Amerika Serikat yang signifikan.
Gugus tugas yang dipimpin Kapal Induk USS Abraham Lincoln, lengkap dengan armada kapal perusak dan kapal selam, dilaporkan telah berada di posisi siaga di perairan Timur Tengah.
Kehadiran militer Amerika Serikat ini dipandang sebagai ancaman langsung oleh Teheran, yang memicu respons defensif dari pasukan elit Garda Revolusi Iran (IRGC).
Menanggapi potensi serangan, otoritas militer Iran melalui IRGC telah mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara tetangga di kawasan tersebut.
Pihak Iran menegaskan bahwa wilayah mana pun, baik darat, udara, maupun laut, yang diizinkan untuk digunakan sebagai basis serangan Amerika Serikat terhadap Iran akan dianggap sebagai wilayah musuh.
Pertemuan Putin dan Larijani ini pun diprediksi membahas langkah-langkah mitigasi dan koordinasi jika konflik bersenjata benar-benar pecah di kawasan Teluk.













