JurnalPatroliNews – Jakarta – Hubungan diplomatik antara Suriah dan Amerika Serikat menunjukkan perkembangan signifikan di bawah kepemimpinan Presiden Ahmad al-Sharaa.
Pada Rabu (4/2/2026), Presiden al-Sharaa menerima kunjungan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Suriah, Thomas Barrack, di Istana Rakyat, Damaskus.
Pertemuan tingkat tinggi yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Asaad Al-Shibani ini menjadi simbol babak baru kerja sama kedua negara yang sebelumnya sempat menegang selama bertahun-tahun.
Fokus pertemuan ini mencakup dua pilar utama: stabilitas keamanan dan pemulihan ekonomi. Di sektor ekonomi, Thomas Barrack menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) eksplorasi gas lepas pantai antara Syrian Petroleum Company dengan Chevron dan Power International Holding.
Langkah ini menandai kembalinya investasi energi raksasa Amerika Serikat ke wilayah Suriah, menyusul keberhasilan tentara Suriah merebut kembali ladang-ladang minyak yang sebelumnya dikuasai kelompok SDF setelah proses integrasi SDF ke institusi negara.
Di sisi militer, kunjungan ini berlangsung bersamaan dengan intensitas tinggi Operation Hawkeye Strike yang dipimpin oleh militer Amerika Serikat.
Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan telah melakukan lima kali serangan udara terhadap sel-sel sisa ISIS di wilayah Suriah dalam kurun waktu 27 Januari hingga 2 Februari 2026.
Operasi ini merupakan respons tegas atas serangan kelompok teroris tersebut di Palmyra pada Desember 2025 yang menyebabkan gugurnya personel militer dan sipil Amerika Serikat.
Transformasi hubungan ini dimungkinkan setelah Damaskus secara resmi bergabung dalam Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS.
Integrasi kekuatan lokal dan bergabungnya Suriah ke dalam aliansi internasional tersebut menciptakan ruang koordinasi langsung antara militer AS dan Damaskus dalam upaya eliminasi sel tidur teroris.
Pertemuan di Istana Rakyat ini menegaskan visi Presiden al-Sharaa dalam membangun masa depan Suriah yang lebih inklusif dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah dan stabilitas keamanan regional.














