Juara Anugerah Jurnalistik PWI 2026 Diumumkan: Potret Humanis Polri Mendominasi

JurnalPatroliNews – Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) secara resmi mengumumkan daftar pemenang juara pertama untuk setiap kategori dalam ajang Anugerah Jurnalistik PWI (AJP) 2026.

Penghargaan tahun ini menyoroti karya-karya yang dinilai mampu memotret peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) secara komprehensif, mulai dari sisi pengabdian yang humanis hingga kritik membangun bagi institusi.

Penyelenggaraan AJP 2026 merupakan hasil kolaborasi antara PWI Pusat dan Polri dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

Ketua Panitia AJP 2026, Eddy Iriawan, menjelaskan bahwa ajang ini dirancang sebagai ruang bagi wartawan untuk mendokumentasikan dinamika kerja kepolisian secara jujur dan berimbang.

Melalui platform cetak, siber, televisi, radio, hingga media sosial, para jurnalis didorong untuk menyajikan laporan yang memiliki kedalaman nilai jurnalistik dan keberpihakan pada kepentingan publik.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menambahkan bahwa integritas pers sebagai pilar demokrasi sangat tercermin dalam kualitas karya-karya yang masuk ke meja dewan juri.

Dalam kategori Karya Jurnalistik Cetak, juara pertama diraih oleh Erianto dari Cenderawasih Pos dengan laporan mendalam mengenai pengabdian seorang polisi dalam membina generasi Qurani di Papua.

Sementara itu, Rizky Armanda dari Tribun Pekanbaru mengamankan posisi puncak di kategori Media Siber lewat liputan mengenai pengabdian polisi di wilayah bencana Palembayan.

Sektor media sosial dan foto jurnalistik juga menampilkan aksi-aksi heroik serta sisi empati aparat dalam menangani warga terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.

Penghargaan bagi para juara pertama ini akan diberikan secara langsung dalam puncak acara Hari Pers Nasional 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Serang, Banten, pada 9 Februari mendatang.

PWI berharap apresiasi ini dapat memotivasi para jurnalis untuk terus memproduksi karya yang berkualitas, berintegritas, dan tetap menjadi suara nurani masyarakat dalam mengawal kinerja institusi publik demi kebaikan bangsa secara luas.