Dialog Kebudayaan HPN 2026: Fadli Zon Soroti Pentingnya Membangun Budaya dari Daerah

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon dipastikan hadir sebagai pembicara utama dalam Dialog Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Serang, Banten, pada Minggu (8/2/2026).

Pertemuan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 ini mengusung tema strategis mengenai upaya membangun kebudayaan dari pinggir atau daerah.

Kepastian kehadiran tersebut disampaikan Fadli Zon saat menerima kunjungan tim Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat di ruang kerjanya pada Jumat sore.

Dalam audiensi tersebut, Fadli Zon menekankan bahwa ruang kebudayaan di media massa harus terus dihidupkan, terutama di tingkat daerah.

Ia memberikan tamsil bahwa kekayaan sumber daya alam seperti nikel dan batubara memiliki batas waktu untuk habis, namun kebudayaan merupakan aset bangsa yang bersifat abadi dan terus berkembang.

Menteri Kebudayaan juga mengapresiasi 10 bupati dan wali kota penerima Anugerah Kebudayaan PWI 2026 yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam memajukan kearifan lokal di wilayah masing-masing.

Direktur Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, menjelaskan bahwa para pemimpin daerah yang terpilih telah melalui proses penilaian yang ketat, termasuk presentasi langsung di hadapan dewan juri.

Beberapa capaian yang disorot antara lain upaya Wali Kota Samarinda dalam merevitalisasi Kampung Tenun, pembangunan puluhan rumah adat mbaru gendang oleh Bupati Manggarai, hingga langkah Bupati Temanggung yang turun langsung melestarikan seni kuda lumping melalui kaderisasi pemain dan pendataan ekosistem UMKM terkait.

Menanggapi berbagai dinamika di daerah, Menteri Fadli Zon mengusulkan adanya kerja sama konkret dengan PWI dalam bentuk pelatihan penulisan seni budaya bagi para jurnalis. Pelatihan ini rencananya akan dilaksanakan secara hibrida agar dapat menjangkau wartawan di seluruh pelosok Indonesia.

Tujuannya adalah untuk menyiapkan jurnalis yang memiliki kompetensi khusus dalam meliput Objek Pemajuan Kebudayaan, mulai dari seni tari hingga seni rupa, guna memastikan warisan luhur bangsa terdokumentasikan dan terpublikasikan dengan baik.