Helikopter Tempur Korea Selatan Alami Kecelakaan Saat Latihan, Dua Personel Gugur

JurnalPatroliNews – Seoul — Sebuah helikopter tempur milik Angkatan Darat Korea Selatan dilaporkan mengalami kecelakaan saat menjalani latihan rutin di wilayah Gapyeong, Provinsi Gyeonggi, pada Senin (9/2/2026) waktu setempat. Insiden tersebut merenggut nyawa dua personel yang berada di dalam pesawat.

Berdasarkan laporan media lokal The Korea Herald, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.04 pagi. Helikopter jenis AH-1S Cobra itu diketahui berasal dari salah satu batalyon di bawah komando Grup Penerbangan Angkatan Darat ke-15.

Saat kejadian, helikopter sedang melaksanakan latihan prosedur darurat yang dirancang untuk mensimulasikan kondisi penerbangan tidak normal, termasuk skenario pendaratan darurat dengan mesin tetap menyala. Hingga kini, militer belum memastikan apakah kecelakaan terjadi saat pesawat hendak kembali ke pangkalan atau ketika simulasi tersebut tengah berlangsung.

Di dalam helikopter terdapat dua perwira berpangkat warrant officer. Keduanya sempat dievakuasi ke rumah sakit sipil terdekat dalam kondisi henti jantung, namun nyawa mereka tidak berhasil diselamatkan.

Otoritas militer menegaskan tidak ditemukan unsur ledakan maupun kebakaran dalam insiden tersebut. Selain itu, kecelakaan dipastikan tidak menimbulkan dampak terhadap warga sipil di sekitar lokasi kejadian.

Helikopter AH-1S Cobra yang terlibat kecelakaan merupakan armada buatan Bell Helicopter asal Amerika Serikat dan telah digunakan oleh Angkatan Darat Korea Selatan sejak 1991. Dengan usia operasional yang telah melampaui tiga dekade, platform ini dinilai memasuki fase penuaan.

Pasca-insiden, Angkatan Darat Korea Selatan langsung menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional helikopter AH-1S Cobra. Sebuah satuan tugas khusus juga dibentuk untuk menyelidiki penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

Menteri Pertahanan Korea Selatan, Ahn Gyu-back, yang saat ini tengah melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi, telah menerima laporan awal dan menginstruksikan agar proses pemulihan serta investigasi lanjutan dilakukan secara cepat dan komprehensif.