Apresiasi OTT di Pati, Aliansi Warga Datangi KPK Bawa Tumpeng dan Karangan Bunga

JurnalPatroliNews – Jakarta – Sejumlah warga asal Kabupaten Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026). Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan dukungan serta apresiasi atas langkah KPK dalam menindak kasus dugaan korupsi di daerah mereka.

Puluhan warga tersebut membawa tumpeng sebagai simbol ungkapan rasa syukur. Mereka juga menyertakan karangan bunga berisi ucapan terima kasih kepada KPK atas keberanian dan konsistensinya dalam mengusut tuntas operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pati. Selain itu, spanduk dan bendera organisasi turut dibentangkan di depan gedung lembaga antirasuah.

Setibanya di lokasi, aksi diawali dengan penyampaian orasi oleh sejumlah perwakilan massa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang diiringi pembacaan zikir, sebelum prosesi pemotongan tumpeng dilakukan secara sederhana dengan posisi duduk bersila.

Aksi ini digelar sebagai bentuk dukungan moral masyarakat Pati terhadap langkah KPK yang melakukan OTT terhadap Bupati Pati, Sudewo. Penindakan tersebut berkaitan dengan dugaan praktik pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.

Dalam OTT yang berlangsung pada Januari 2026, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Sudewo selaku Bupati Pati periode 2025–2030, Abdul Suyono yang menjabat Kepala Desa Karangrowo, Sumarniono selaku Kepala Desa Arumanis, serta Karjan yang merupakan Kepala Desa Sukorukun. Dalam operasi tersebut, penyidik turut menyita uang tunai sekitar Rp2,6 miliar.

Perkara ini diduga berawal dari pungutan terhadap para calon perangkat desa yang mengikuti proses pengisian ratusan posisi kosong. Setiap peserta disebut diminta membayar sejumlah uang dengan nilai berkisar antara Rp165 juta hingga Rp225 juta. Praktik tersebut diduga disertai tekanan, sementara aliran dana yang terkumpul disebut mengalir melalui beberapa pihak sebelum sampai ke tangan Bupati.