Gen Z Didorong Jadi Motor Kebangkitan Koperasi Nasional

JurnalPatroliNews – Jakarta – Semangat berkoperasi kembali digaungkan melalui ajang Soemitrofest Koperasi Goes to Campus bertema “Koperasi Tak Lagi Tua, Cara Lama Rasa Baru”. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial dari kalangan mahasiswa serta santri, agar semakin mengenal koperasi dan menjadikannya sebagai penggerak ekonomi masa depan.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, menegaskan bahwa anak muda harus berada di garis depan kebangkitan koperasi nasional. Menurutnya, kreativitas dan inovasi yang melekat pada generasi muda merupakan modal utama dalam mendorong transformasi bisnis koperasi agar lebih adaptif dan berdaya saing.

“Anak muda harus menjadi game changer. Mereka adalah masa depan ekonomi Indonesia sekaligus masa depan koperasi,” ujar Destry saat menjadi pembicara dalam talkshow rangkaian Soemitrofest di Kampus Institut Agama Islam An-Nawawi, Purworejo, dikutip Minggu (15/2/2026).

Ia meyakini koperasi akan tumbuh lebih pesat apabila dikelola oleh generasi muda dan disinergikan dengan pemanfaatan teknologi. Kehadiran program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, lanjutnya, semakin membuka ruang keterlibatan anak muda dalam ekosistem pengembangan koperasi di berbagai daerah.

“Ketika kita berbicara tentang koperasi yang jumlahnya mencapai 83 ribu unit, maka arah ke depan sangat ditentukan oleh generasi muda. Mereka yang berpendidikan tinggi akan menjadi pemain utama,” katanya.

Destry mencontohkan Purworejo yang memiliki potensi sumber daya alam bernilai ekonomi tinggi, seperti gula semut, sabut kelapa, hingga arang batok kelapa. Melalui wadah koperasi, potensi tersebut dinilai dapat dimonetisasi lebih optimal dengan melibatkan anak-anak muda sebagai pengelola.

Dengan pengelolaan yang inovatif, ia berharap tercipta nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi generasi muda di daerah.

“Kami ingin anak muda lokal mampu mengelola potensi ini dan menjadikannya penggerak ekonomi nasional,” ujarnya.

Destry juga berharap kegiatan seperti Soemitrofest dapat digelar lebih masif di berbagai wilayah dengan melibatkan lebih banyak Gen Z, terutama mahasiswa dan santri. Semakin luas keterlibatan generasi muda, tingkat literasi dan minat terhadap koperasi pun diyakini akan semakin meningkat.

“Ketika kita berbicara industrialisasi, hilirisasi, hingga swasembada pangan, maka anak-anak muda inilah yang seharusnya berdiri di barisan terdepan,” pungkasnya.