JurnalPatroliNews – Aceh Tamiang- Di tengah suasana duka pascabencana yang melanda wilayah Sumatra, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memilih melewatkan malam pertama Ramadan 1447 H bersama masyarakat Aceh Tamiang.
Selaku Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Tito mengikuti rangkaian ibadah mulai dari buka puasa hingga salat tarawih berjemaah di Masjid Darussalam, Kampung Simpang Empat, Kamis (19/2/2026).
Kehadiran Tito di wilayah ini bukan tanpa alasan. Ia menyebut Aceh Tamiang sebagai salah satu titik terdampak paling parah dari 52 kabupaten/kota di tiga provinsi yang dilanda bencana banjir dan longsor baru-baru ini.
“Saya hadir di sini sebagai wakil pemerintah pusat untuk memberikan sinyal bahwa kami tidak meninggalkan Bapak dan Ibu sekalian. Negara hadir bersama masyarakat terdampak,” tegas Tito di hadapan para penghuni Hunian Sementara (Huntara) Danantara Aceh Tamiang.
Dalam kunjungannya, mantan Kapolri ini mengapresiasi mulai pulihnya aktivitas ekonomi dan pemerintahan di Aceh Tamiang.
Ia mencatat distribusi BBM dan operasional pasar sudah berangsur normal. Namun, ia menekankan bahwa pekerjaan rumah masih menumpuk, terutama terkait penyediaan air bersih dan pembersihan sisa material lumpur.
“Kita akan selesaikan sampai tuntas. Prioritas saat ini adalah memastikan pengungsi tertangani dengan baik dan infrastruktur dasar kembali berfungsi,” imbuhnya.
Guna mempercepat pemulihan tempat tinggal, Tito merinci skema bantuan dana stimulan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Pemerintah telah menyiapkan bantuan sebesar Rp15 juta untuk kategori rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta bagi rumah yang mengalami rusak berat atau hilang tersapu bencana.
Menutup pesannya, Tito mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjaga semangat kebersamaan. Menurutnya, sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama agar proses rehabilitasi di Aceh Tamiang dapat rampung lebih cepat dari target yang ditentukan.














