Bukan Sekadar Makan Siang, Program MBG Sukoharjo Jadi Penyelamat Ekonomi Keluarga Penjahit

JurnalPatroliNews – SUKOHARJO- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata membawa dampak ganda yang signifikan.

Selain meningkatkan nutrisi siswa, program ini mulai menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi keluarga di tingkat akar rumput. Hal inilah yang dirasakan langsung oleh Nur Alisa, warga Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sebelum bergabung menjadi bagian dari program ini, Alisa terjebak dalam kondisi ekonomi yang mencekik. Sebagai penjahit rumahan, ia hanya mengantongi Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per minggu.

Meski dibantu suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah Rp 100 ribu per hari, total pendapatan mereka tak pernah cukup untuk menghidupi tiga orang anak, apalagi membayar cicilan utang.

“Dulu untuk kehidupan sehari-hari saja selalu was-was. Sekarang saya bekerja di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Polokarto.

Alhamdulillah, hasilnya bisa sedikit demi sedikit melunasi utang dan membayar sekolah anak,” ujar Alisa penuh syukur, Selasa (24/2/2026).

Ibu tiga anak ini kini memiliki penghasilan yang lebih stabil tanpa harus meninggalkan keahlian menjahitnya, yang tetap ia jalankan sebagai pekerjaan sampingan.

Baginya, bekerja di dapur MBG bukan sekadar mencari nafkah, melainkan sebuah harapan agar anak pertamanya yang duduk di kelas 1 MTs dan anak keduanya di bangku TK tetap bisa menempuh pendidikan setinggi mungkin.

Alisa memberikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas inisiasi program ini. Ia berharap dapur-dapur gizi seperti SPPG terus berkembang karena terbukti mampu memberdayakan warga lokal dan membantu ekonomi rumah tangga.

“Terima kasih sebesar-besarnya atas program ini. Bisa membantu ekonomi keluarga saya dan menyekolahkan anak-anak. Semoga Pak Prabowo sehat dan sukses selalu dalam mengayomi warga,” pungkasnya.