JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan “kado” spesial dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional 2026.
Kemnaker resmi menggratiskan biaya pembinaan bagi 4.025 peserta program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum. Program ini dibuka secara resmi di Ruang Tridharma Kemnaker, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Menaker menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi tata kelola sertifikasi K3 agar lebih transparan dan inklusif.
Kebijakan ini juga menjadi jawaban atas evaluasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun lalu terkait standarisasi biaya pembinaan Ahli K3 Umum yang sebelumnya bervariasi antara Rp6 juta hingga Rp8 juta.
“Tahun ini Kemnaker mengambil inisiatif mengelola pembinaan secara lebih terkoordinasi bersama mitra K3, termasuk ALPK3I dan PJK3, sekaligus menggratiskan biaya pembinaan tersebut,” ujar Yassierli.
Hanya Bayar PNBP Rp420 Ribu Dalam skema baru ini, peserta hanya diwajibkan membayar biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp420.000 untuk pengujian sertifikasi.
Dengan dihapuskannya biaya pembinaan yang mencapai jutaan rupiah, diharapkan akses masyarakat untuk meningkatkan kompetensi keselamatan kerja semakin terbuka luas.
Meskipun materi pembinaan disampaikan secara daring, Menaker mewajibkan ujian sertifikasi dilakukan secara luring (tatap muka) guna menjaga kredibilitas dan kualitas lulusan.
Fokus pada Keselamatan Lapangan Menaker juga menyoroti pentingnya implementasi SOP di lapangan, berkaca pada kasus kecelakaan kerja fatal di industri galangan kapal Batam baru-baru ini.
Ia menekankan bahwa Ahli K3 bukan sekadar pemegang sertifikat, melainkan pengawas yang memastikan tidak ada “improvisasi berbahaya” di area kerja.
“Saya ingin pekerja berangkat mencari nafkah dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat. Itu adalah tanggung jawab mutlak perusahaan,” tegasnya.
Detail Pelaksanaan Direktur Jenderal Binwasnaker dan K3, Ismail Pakaya, melaporkan bahwa dari 4.581 pendaftar, sebanyak 4.025 peserta dinyatakan lolos seleksi. Pelaksanaan dibagi menjadi dua gelombang:
Batch II (April – Mei 2026): 2.015 peserta.
Batch I (Februari – Maret 2026): 2.010 peserta.














