Konflik Perbatasan Memanas: AS Tegaskan Dukungan atas Hak Membela Diri Pakistan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat secara resmi menyatakan dukungannya kepada Pakistan di tengah eskalasi konflik bersenjata dengan Taliban Afghanistan yang kini telah dinyatakan sebagai perang terbuka.

Washington menilai tindakan militer yang diambil oleh Islamabad merupakan implementasi dari hak untuk membela diri terhadap ancaman eksternal.

Melansir laporan Reuters, dukungan ini disampaikan pada Jumat (27/2/2026) menyusul pernyataan Taliban yang mengaku siap melakukan negosiasi setelah wilayahnya digempur serangan udara Pakistan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan bahwa pihaknya berdiri di pihak Pakistan dalam konteks perlindungan kedaulatan.

Dalam pernyataan tertulisnya, juru bicara tersebut menyatakan bahwa Amerika Serikat mendukung penuh hak Pakistan untuk membela diri terhadap serangan dari Taliban.

Washington secara konsisten masih menetapkan kelompok tersebut dalam kategori Teroris Global Khusus (Specially Designated Global Terrorist).

Sebagai informasi, Pakistan memegang status sebagai sekutu utama non-NATO bagi Amerika Serikat di kawasan Asia Selatan.

Di sisi lain, hubungan Washington dengan Taliban tetap dingin sejak kelompok tersebut kembali berkuasa di Kabul pada 2021.

Diplomat senior AS, Allison Hooker, dilaporkan telah melakukan komunikasi langsung dengan Sekretaris Luar Negeri Pakistan, Amna Baloch, untuk membahas situasi terkini.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan dan jatuhnya korban jiwa dalam pertempuran di perbatasan tersebut.

Washington secara tegas menuding Taliban telah gagal memenuhi komitmen kontra-terorisme mereka yang pernah disepakati sebelumnya.

Wilayah Afghanistan dianggap masih menjadi landasan bagi kelompok-kelompok bersenjata untuk meluncurkan serangan ke wilayah negara tetangga.

Secara komparasi kekuatan, Pakistan memiliki keunggulan militer yang sangat signifikan dibandingkan Afghanistan. Sebagai negara bersenjata nuklir dengan armada militer modern, Islamabad memiliki kapasitas pertahanan udara yang kuat.

Namun, Taliban memiliki pengalaman panjang dalam perang gerilya selama dua dekade terakhir, yang menjadikan konflik ini tetap berisiko tinggi bagi stabilitas kawasan.