Serangan AS–Israel ke Iran Dinilai Berpotensi Picu Konflik Berkepanjangan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kemungkinan memanasnya konflik global dalam jangka panjang dinilai semakin terbuka setelah serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran. Pandangan tersebut disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal.

Menurut Dino, operasi militer terhadap Iran bukan semata bertujuan menghentikan program nuklir Teheran. Ia menilai terdapat agenda politik yang lebih luas di balik langkah Washington dan Tel Aviv.

Ia menduga Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memiliki kepentingan untuk menggoyang bahkan menjatuhkan pemerintahan Wilayatul Fakih di Iran.

“Catat bahwa ini akan menjadi konflik yang berkepanjangan, karena tujuan dari serangan militer ini kali ini bukan hanya untuk menghentikan kapasitas nuklir Iran, tapi untuk menumbangkan pemerintah di Teheran,” ujar Dino melalui video yang diunggah di akun X, Minggu (1/3/2026).

Belajar dari berbagai konflik global sebelumnya, Dino menilai indikasi upaya pengambilalihan kekuasaan di Iran sebenarnya sudah terlihat sejak lama. Ia memprediksi berbagai instrumen akan dikerahkan untuk menekan pemerintah Iran.

“Segala aksi militer, oposisi politik, mobilisasi massa, upaya agen Mossad di Iran, instrumen sosial ekonomi, dan lain sebagainya akan dikerahkan untuk menumbangkan pemerintah Iran,” jelasnya.

Meski demikian, Dino meyakini Iran tidak akan merespons secara lunak. Ia menilai karakter Iran berbeda dengan sejumlah negara lain yang relatif mudah ditekan oleh intervensi Amerika Serikat.

Menurut dia, Teheran memiliki jaringan politik dan militer yang cukup kuat di berbagai kawasan Timur Tengah, sehingga potensi eskalasi konflik akan semakin besar jika konfrontasi terus berlanjut.

Dino juga menyoroti kemungkinan dampak lebih luas apabila pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, benar-benar tewas dalam rangkaian konflik. Kondisi tersebut dinilai dapat menyeret lebih banyak pihak eksternal dan memperluas guncangan kawasan.

Ia menambahkan, bahkan jika pemerintahan di Teheran pada akhirnya tumbang, hal itu tidak otomatis memberikan legitimasi moral maupun hukum internasional atas aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

“Kalau aksi intervensi ugal-ugalan seperti ini dilakukan oleh negara-negara lain dalam konteks berbeda, maka dunia berisiko segera terjerumus ke Perang Dunia Ketiga,” demikian peringatan Dino.