JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ossy Dermawan mendorong percepatan pemutakhiran data digital sertipikat tanah sebagai agenda prioritas nasional. Ia meminta seluruh jajaran Kantor Pertanahan di daerah mengawal proses tersebut secara berkelanjutan dan terukur.
Hal itu disampaikan Ossy saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pertanahan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, baru-baru ini. Ia menekankan pentingnya metodologi penyelesaian yang jelas serta koordinasi berjenjang hingga tingkat Kantor Wilayah agar proses digitalisasi berjalan optimal.
Menurutnya, secara nasional masih terdapat sekitar 12 juta bidang tanah yang masuk kategori Kualitas Data Bidang Tanah (KW) 4, 5, dan 6. Kategori tersebut mencakup sertipikat lama yang belum terdaftar secara sistematis dalam basis data digital ATR/BPN dan membutuhkan pemutakhiran.
“Kategori ini mencakup sertipikat lama yang belum terdaftar secara sistematis dalam basis data digital ATR/BPN dan membutuhkan pemutakhiran,” ujar Ossy, Rabu (4/3/2026).
Ia berharap Provinsi Jawa Timur dapat menjadi salah satu wilayah paling progresif dalam mempercepat pemutakhiran data pertanahan. Meski demikian, Ossy mengingatkan agar pemetaan tetap dilakukan secara realistis dengan memilah bidang tanah yang dapat segera diselesaikan dan yang memerlukan penanganan khusus.
Dalam kesempatan tersebut, Ossy juga mengapresiasi kinerja Kantor Pertanahan Kabupaten Pasuruan yang dinilai menunjukkan tata kelola yang baik.
“Mengapresiasi kinerja Kantah Kabupaten Pasuruan yang dinilai bersih, tertib, dan bersemangat,” tutupnya.














