JurnalPatroliNews – Jakarta -Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan strategis kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dinamika geopolitik global yang kian memanas.
Meski tidak hadir secara fisik dalam pertemuan tokoh bangsa di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3/2026), Megawati menitipkan poin-poin krusial mengenai sikap luar negeri Indonesia melalui Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, menjelaskan bahwa Megawati secara khusus menyoroti kondisi di Palestina dan Iran.
Megawati mendorong Presiden Prabowo agar Indonesia tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif serta memberikan dukungan nyata terhadap kemerdekaan Palestina dan kedaulatan Iran yang saat ini menghadapi eskalasi serangan dari pihak luar.
Pesan tersebut menekankan kembali amanat Pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, sehingga penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.
Megawati juga mengingatkan pentingnya melanjutkan semangat Dasasila Bandung dari Konferensi Asia Afrika (KAA) yang digagas oleh Bung Karno, sebagai fondasi untuk menghormati kedaulatan setiap bangsa di dunia.
Terkait ketidakhadirannya dalam forum komunikasi tersebut, pihak PDIP menjelaskan bahwa Megawati tengah berada di Bali sejak pekan lalu.
Agenda tersebut berkaitan dengan konsolidasi internal partai serta menghadiri program kreatif Singgasana Seni yang telah dijadwalkan sebelumnya di Pulau Dewata.
Pertemuan di Istana Kepresidenan itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo.
Turut hadir para mantan Wakil Presiden seperti Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma’ruf Amin, serta para ketua umum partai politik parlemen dan mantan menteri luar negeri.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo memaparkan kondisi terkini pasca-pecahnya konflik terbuka di Timur Tengah.
Pertemuan ini difokuskan untuk menyerap masukan dari para pendahulu dan pemimpin institusi terkait kesiapan Indonesia menghadapi dampak multidimensi dari situasi global, terutama potensi guncangan di sektor ekonomi nasional.












