Tragedi Lenteng Agung: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Tumbang Saat Cuaca Ekstrem

JurnalPatroliNews – Jakarta – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jakarta Selatan pada Minggu (8/3) dini hari memicu insiden maut di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa. Sebuah pohon besar tumbang dan menimpa seorang pengendara sepeda motor hingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa tragis tersebut dilaporkan terjadi pada pukul 02.31 WIB, bertepatan dengan turunnya hujan deras yang disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Ibu Kota.

Satu unit sepeda motor yang tengah melintas menjadi objek terdampak langsung dalam musibah ini.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi identitas adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Menurutnya, pohon tersebut diduga kuat tidak mampu menahan terjangan angin kencang yang menyertai hujan lebat sejak dini hari.

“Terdapat satu orang meninggal dunia. Korban saat ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” ujar Yohan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/3).

Evakuasi dan Penanganan Lokasi

Segera setelah laporan masuk, tim gabungan yang terdiri dari jajaran Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat), BPBD, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), hingga PPSU dan Satpol PP langsung diterjunkan ke lokasi.

Petugas bergerak cepat memotong dan membersihkan material pohon yang menutupi badan jalan guna memulihkan arus lalu lintas di kawasan Lenteng Agung.

Proses evakuasi juga dibantu oleh personel Dishub, Koramil, dan Polsek Jagakarsa untuk memastikan keamanan di sekitar area terdampak.

Imbauan Keselamatan

Menyikapi insiden ini, pihak BPBD DKI Jakarta kembali mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Warga diminta untuk tidak berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat angin kencang melanda.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Jika menemukan keadaan darurat atau potensi bahaya, segera hubungi nomor layanan darurat Jakarta Siaga 112,” pungkas Yohan.