Pete Hegseth: Bunuh Warga Amerika, Kami Buru Kalian Tanpa Ragu!

JurnalPatroliNews – Washington – Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS), Pete Hegseth, mengeluarkan pernyataan bernada ancaman keras yang ditujukan kepada pihak-pihak yang berpotensi menyerang warga negara Amerika di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Hegseth menegaskan bahwa militer AS tidak akan ragu untuk mengambil tindakan mematikan sebagai bentuk perlindungan kedaulatan warga negaranya.

Pernyataan provokatif tersebut disampaikan Hegseth melalui platform X pada Minggu (8/3), yang kemudian dibagikan ulang secara luas oleh Komando Pusat Militer AS (CENTCOM). Unggahan ini muncul sebagai respon atas meningkatnya ancaman keamanan terhadap kepentingan AS di berbagai wilayah konflik.

“Jika kalian membunuh warga Amerika, jika kalian mengancam warga Amerika di mana pun di bumi, kami akan memburu kalian tanpa permintaan maaf dan tanpa ragu, dan kami akan membunuh kalian,” tulis Hegseth dalam unggahan resminya.

Pesan Visual Operasi Militer

Pernyataan tertulis tersebut disertai dengan sebuah video pendek berdurasi 21 detik yang menampilkan kompilasi rekaman operasi militer AS yang bersifat unclassified atau tidak rahasia.

Dalam video tersebut, diperlihatkan serangkaian serangan udara presisi yang menghancurkan kendaraan dan bangunan yang menjadi target operasi militer AS.

Para pengamat menilai, unggahan video tersebut merupakan bentuk perang urat syaraf (psychological warfare) yang sengaja ditujukan kepada kelompok-kelompok militan atau aktor negara yang dianggap mengancam warga maupun aset strategis AS.

Pesan ini menggarisbawahi perubahan postur pertahanan AS yang cenderung lebih agresif dan frontal di bawah komando Hegseth.

Hingga saat ini, Departemen Pertahanan AS belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai apakah ancaman ini merupakan reaksi atas insiden spesifik atau sekadar peringatan umum guna mencegah serangan di masa mendatang.

Namun, langkah ini dipastikan akan semakin memanaskan suhu geopolitik di kawasan Timur Tengah yang saat ini sudah berada di titik didih.