BEMNUS Sulut Minta APH Usut Tuntas Dugaan Sindikat Cianida Ilegal Filipina–Bitung

JurnalPatroliNews – Manado – Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) wilayah Sulawesi Utara mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus peredaran cianida ilegal seberat 1,4 ton yang diduga berasal dari Filipina menuju Bitung.

Kasus tersebut sebelumnya diungkap oleh Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VIII Manado yang berhasil menggagalkan peredaran bahan kimia berbahaya tersebut di wilayah perairan Sulawesi Utara.

Koordinator Daerah BEMNUS Sulawesi Utara Nadya T Gosal menilai jumlah cianida yang disita tergolong besar sehingga kuat dugaan peredaran tersebut dilakukan oleh jaringan terorganisir.

“Ini hal yang tidak main-main. Dengan jumlah sebesar itu, kami menilai ini sudah masuk kategori sindikat yang terstruktur dan sistematis,” kata Nadya dalam keterangannya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada informasi mengenai penetapan tersangka terkait pengiriman maupun peredaran bahan kimia tersebut. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pihak-pihak yang terlibat.

“Perlu diusut tuntas. Tidak mungkin cianida tersebut hadir dengan sendirinya tanpa adanya pengirim atau jaringan yang mengedarkannya,” ujarnya.

BEMNUS juga mendorong sejumlah lembaga penegak hukum, seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Kejaksaan Republik Indonesia untuk bekerja secara maksimal serta memberikan keterbukaan informasi kepada publik terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

Sebagai bentuk pengawalan, BEMNUS Sulut menyatakan akan menggelar aksi di sejumlah lembaga terkait dalam waktu dekat guna mendorong keseriusan aparat dalam menuntaskan perkara tersebut.

“Kami dari BEM Nusantara akan melakukan pengawalan