JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat memastikan harga minyak dunia tidak akan melonjak hingga menembus level 200 dolar AS per barel meskipun konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah terus meningkat.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Energi AS, Chris Wright, di tengah kekhawatiran pasar global mengenai potensi gangguan pasokan minyak akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Saya akan mengatakan tidak mungkin,” ujar Wright seperti dikutip The Economic Times pada Sabtu (14/3/2026).
Meski demikian, Wright menegaskan pemerintah AS saat ini lebih memprioritaskan operasi militer serta upaya penyelesaian konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.
“Kami fokus pada operasi militer dan menyelesaikan masalah,” katanya.
Pernyataan itu muncul setelah pejabat Iran sebelumnya memperingatkan bahwa harga minyak dunia berpotensi melonjak tajam jika ketegangan di Timur Tengah terus meningkat.
Juru bicara markas komando militer Khatam al-Anbiya Headquarters di Teheran, Ebrahim Zolfaqari, bahkan menyebut dunia harus bersiap menghadapi kemungkinan harga minyak mencapai 200 dolar AS per barel.
“Bersiaplah untuk harga minyak mencapai 200 dolar AS per barel karena harga minyak bergantung pada keamanan regional yang telah Anda destabilisasi,” ujar Zolfaqari.
Tekanan terhadap pasar energi global memang mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Harga minyak sempat menembus level di atas 100 dolar AS per barel setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, termasuk serangkaian serangan terhadap kapal tanker serta gangguan jalur distribusi minyak di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
Konflik yang berlangsung juga berdampak pada produksi minyak negara-negara Teluk Timur Tengah. Produksi minyak di kawasan tersebut dilaporkan berkurang hingga sekitar 10 juta barel per hari, atau sekitar 10 persen dari total permintaan minyak global.
Sementara itu, International Energy Agency menyebut gangguan pasokan minyak yang terjadi saat ini sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar energi global.














