Kedubes Iran Santuni 200 Siswi Indonesia, Kenang 175 Siswi Korban Serangan di Minab

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menggelar doa bersama sekaligus memberikan santunan kepada 200 siswi Indonesia sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan untuk mengenang 175 siswi sekolah dasar yang menjadi korban serangan di Minab.

Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta pada Jumat (15/3/2026).

Acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan terhadap anak-anak yang menjadi korban konflik bersenjata, khususnya para siswi yang tewas dalam serangan terhadap sebuah sekolah dasar di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar Iran menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang menimpa para pelajar di Minab.

“Kedutaan Besar Republik Islam Iran dengan duka yang mendalam dan rasa pilu yang besar mengecam syahidnya 175 anak siswi yang tidak berdosa serta terluka-nya lebih dari 95 anak di Sekolah Dasar ‘Shajareh Tayyebeh’ di kota Minab, Provinsi Hormozgan, sebagai akibat dari serangan agresif Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap wilayah Republik Islam Iran,” demikian pernyataan Kedubes Iran.

Menurut keterangan tersebut, para korban merupakan anak-anak yang sedang berada di dalam ruang kelas untuk mengikuti kegiatan belajar ketika serangan terjadi.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran menilai penyerangan terhadap fasilitas pendidikan sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

“Penargetan sebuah sekolah dan pembunuhan anak-anak tak berdaya merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip dasar hukum humaniter internasional serta kewajiban yang berasal dari berbagai instrumen internasional yang sah, termasuk Konvensi-konvensi Jenewa dan aturan perlindungan terhadap warga sipil dalam masa konflik bersenjata,” tegas pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, pihak Kedubes Iran menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memberikan perhatian serius terhadap peristiwa tersebut.

Seruan itu ditujukan kepada berbagai pihak, termasuk organisasi Islam, lembaga hak asasi manusia internasional, serta organisasi yang bergerak dalam perlindungan anak agar tidak tinggal diam terhadap tragedi kemanusiaan tersebut.

“Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyerukan kepada hati nurani yang terjaga di dunia, organisasi-organisasi Islam yang aktif, lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional, serta organisasi-organisasi pembela hak anak agar tidak berdiam diri terhadap kejahatan seperti ini,” pungkas pernyataan tersebut.