JurnalPatroliNews – Jakarta – Permintaan maaf yang disampaikan Rismon Sianipar kepada mantan Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait tudingan ijazah palsu kembali memicu perbincangan di ruang publik.
Sebelumnya, Rismon sempat menyampaikan keyakinannya mengenai temuan yang menyebut ijazah Jokowi dan Gibran tidak asli. Namun belakangan ia mengoreksi hasil riset tersebut, meminta maaf kepada publik, serta menempuh langkah penyelesaian melalui pendekatan restoratif justice.
Pengamat politik Adi Prayitno menilai dinamika polemik tersebut menyerupai sebuah melodrama yang terus menghadirkan babak baru dalam perdebatan mengenai ijazah Presiden dan Wakil Presiden.
“Ini mirip sebuah melodrama yang selalu bermunculan temuan dan isu-isu baru terkait dengan polemik kontroversi dan ijazah Jokowi dari dulu,” ujar Adi melalui kanal YouTube miliknya, Minggu (15/3/2026).
Menurut Adi, polemik mengenai ijazah Jokowi sebenarnya telah berkembang cukup lama dan secara berkala memunculkan berbagai klaim maupun temuan baru dari sejumlah pihak.
Ia juga menyoroti perubahan sikap Rismon yang kini mengoreksi hasil penelitiannya terkait ijazah Jokowi dan Gibran serta menyampaikan permintaan maaf atas temuan sebelumnya.
“Kali ini ketika Rismon meminta maaf pada publik, mengoreksi hasil risetnya terkait penelitian ijazah Jokowi dan Gibran, kemudian membantah temuannya terdahulu dan mengajukan restoratif justice, ini babak baru terkait dengan polemik ijazah,” jelasnya.
Adi menilai publik kini tinggal menunggu perkembangan berikutnya setelah langkah yang ditempuh Rismon tersebut.
“Inilah yang saya kira tinggal tunggu apa yang kemudian akan terjadi di kemudian hari setelah Rismon meminta maaf,” ujarnya.
Di sisi lain, polemik ini diperkirakan belum sepenuhnya mereda. Pasalnya, sejumlah pihak yang sebelumnya ikut menyoroti isu tersebut disebut tidak akan mengikuti langkah Rismon.
Adi mencontohkan sikap Roy Suryo serta Dokter Tifa yang menyatakan tidak akan mengikuti langkah Rismon dalam menyampaikan permintaan maaf.
“Apakah akan ada hentakan dan manuver yang kemudian semakin menarik, kita lihat saja ke depan,” pungkas Adi.














