Trump Tolak Usulan Putin Pindahkan Uranium Iran ke Rusia


JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak usulan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang mengusulkan pemindahan uranium milik Iran ke wilayah Rusia sebagai bagian dari upaya meredakan konflik yang tengah berlangsung.

Mengutip laporan Axios, Minggu (15/3/2026), penolakan tersebut disampaikan Trump dalam percakapan telepon dengan Putin pada 9 Maret 2026.

Dalam pembicaraan itu, Putin mengajukan proposal agar uranium Iran yang telah diperkaya dipindahkan ke Rusia. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menurunkan ketegangan sekaligus membuka jalan menuju penyelesaian konflik.

Namun, seorang pejabat Amerika Serikat yang mengetahui percakapan tersebut menyebut usulan serupa sebenarnya telah beberapa kali diajukan sebelumnya.

“Ini bukan pertama kalinya tawaran itu diajukan. Tawaran itu belum diterima. Posisi AS adalah kami perlu memastikan uranium tersebut sudah diamankan,” ujar pejabat tersebut kepada Axios.

Laporan yang sama juga menyebutkan belum ada indikasi jelas bahwa Iran akan menerima skema tersebut. Proposal serupa sebelumnya pernah dibahas dalam proses negosiasi sebelum perang pecah, namun tidak mendapat persetujuan dari Teheran.

Meski menolak usulan itu, sumber tersebut menegaskan bahwa Trump tetap membuka komunikasi dengan sejumlah pemimpin dunia dalam upaya mencari solusi diplomatik.

Menurutnya, Presiden AS terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Presiden Tiongkok, Xi Jinping, Putin, serta para pemimpin negara-negara Eropa.

“Presiden berbicara dengan semua orang, Xi, Putin, orang Eropa, dan dia selalu bersedia membuat kesepakatan. Tapi itu harus kesepakatan yang baik. Presiden tidak membuat kesepakatan yang buruk,” kata pejabat tersebut.

Sementara itu, dalam perundingan yang berlangsung bulan lalu, Iran mengusulkan opsi berbeda terkait pengelolaan uranium yang dimilikinya. Teheran mengajukan agar uranium tersebut diencerkan di fasilitasnya sendiri dengan pengawasan dari International Atomic Energy Agency.

Di sisi lain, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Iran, Steve Witkoff, menyebut Iran saat ini memiliki sekitar 460 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen, tingkat yang dinilai berpotensi digunakan untuk pengembangan senjata nuklir.