JurnalPatroliNews – Medan – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatatkan kemajuan signifikan. Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi menyusul Sumatera Barat (Sumbar) dalam mencapai target “Nol Pengungsi” di tenda darurat sebelum hari raya Idul Fitri 1447 H.
Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 14 Maret 2026, seluruh penyintas bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara kini telah meninggalkan tenda pengungsian.
Mereka telah direlokasi ke hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) yang dibangun melalui kolaborasi pemerintah dan lembaga non-pemerintah.
Data menunjukkan penurunan drastis jumlah pengungsi di tenda, dari semula 1.314 kepala keluarga (KK) menjadi 812 KK secara total di seluruh wilayah terdampak.
Saat ini, pengungsi yang masih bertahan di tenda hanya terkonsentrasi di wilayah Aceh, sementara Sumut dan Sumbar telah tuntas 100 persen.
Keberhasilan ini didorong oleh percepatan pembangunan fisik. Di Sumatera Utara, progres pembangunan huntara telah mencapai 95 persen, sementara di Sumatera Barat sudah rampung 100 persen.
Secara keseluruhan di tiga provinsi terdampak, pemerintah telah menyelesaikan 15.595 unit huntara dari target 19.295 unit.
Ketua Satgas PRR yang juga Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat tidak tinggal di tenda terlampau lama.
“Ini sudah masuk bulan ketiga setelah kejadian akhir November lalu. Tidak elok kalau mereka masih di tenda. Kita harus pastikan mereka pindah ke hunian yang lebih layak secepat mungkin,” tegas Tito dalam rapat koordinasi di Jakarta.
Selain pembangunan fisik, strategi pemerintah juga mencakup penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas yang memilih tidak tinggal di huntara. Hingga pertengahan Maret ini, penyaluran DTH telah mencapai 100 persen bagi 13.728 penerima di tiga provinsi.
Kini, fokus Satgas beralih pada percepatan pembangunan 36.669 unit hunian tetap (huntap) guna memberikan kepastian tempat tinggal permanen bagi para korban bencana.













