WHO Kecam Serangan Terhadap Fasilitas Kesehatan di Lebanon: 14 Petugas Medis Gugur dalam 24 Jam

JurnalPatroliNews – Jakarta – Krisis di Timur Tengah kembali memakan korban jiwa dari sektor kemanusiaan. Sebanyak 12 tenaga medis dilaporkan tewas setelah serangan udara menghantam pusat layanan kesehatan primer di Bourj Qalaouiyeh, Lebanon bagian selatan, pada Jumat (13/3/2026) malam.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengonfirmasi bahwa para korban terdiri dari dokter, paramedis, dan perawat yang tengah bertugas saat fasilitas tersebut menjadi sasaran.

“Pembunuhan terhadap 14 tenaga kesehatan di Lebanon selatan dalam 24 jam terakhir menandai perkembangan tragis dalam krisis Timur Tengah yang kian meningkat,” tegas Tedros melalui pernyataannya di platform X, Minggu (15/3/2026).

Selain insiden di Bourj Qalaouiyeh, serangan terpisah di wilayah Al Sowana juga merenggut nyawa dua paramedis lainnya. Lonjakan korban dari kalangan medis ini memicu kekhawatiran global mengenai perlindungan fasilitas kesehatan di zona konflik.

Eskalasi militer ini merupakan buntut dari konflik terbuka antara Israel dan kelompok Hizbullah. Israel dilaporkan terus melancarkan pengeboman intensif ke wilayah Lebanon yang diklaim sebagai basis Hizbullah.

Hingga kini, rangkaian serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 770 orang di Lebanon dan memicu eksodus massal ratusan ribu warga sipil.

Di sisi lain, Hizbullah terus membalas dengan meluncurkan ratusan roket ke wilayah Israel utara. Saling balas serangan ini membuat situasi di perbatasan kedua negara semakin tidak terkendali dan memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.