Perselisihan di Meja Mabuk, Warga Desa Joanyar Jadi Korban Penebasan Saat Hari Raya Nyepi

JurnalPatroliNews – Buleleng – Suasana khidmat Hari Raya Nyepi di Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, dinodai oleh insiden berdarah. Sebuah aksi penebasan dilaporkan terjadi di tengah pelaksanaan Catur Brata Penyepian, yang dipicu oleh perselisihan akibat pengaruh minuman keras (miras).

Peristiwa yang mengejutkan warga setempat ini bermula dari aktivitas sejumlah oknum yang mengonsumsi minuman beralkohol sesaat sebelum memasuki waktu Nyepi. Dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol, terjadi kesalahpahaman yang memicu ketersinggungan hingga berujung pada pertikaian fisik yang tak terkendali.

Ketegangan yang memuncak mengakibatkan salah satu pihak melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Korban dilaporkan mengalami luka serius akibat penebasan tersebut dan segera dilarikan oleh warga sekitar untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Aparat kepolisian dari Polres Buleleng dan Polsek Seririt dilaporkan langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah cepat ini diambil guna mencegah terjadinya aksi balasan dan memastikan situasi di Desa Joanyar tetap kondusif selama hari raya berlangsung.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan kronologi lengkap serta motif pasti di balik tindakan keji tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik guna memperjelas duduk perkara yang mencoreng kesucian momen introspeksi diri umat Hindu di Bali ini.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan bahaya konsumsi miras yang tidak terkontrol, terutama dalam momen-momen sakral yang seharusnya diisi dengan ketenangan dan pengendalian diri.