Puncak Arus Balik 2026: Rest Area Tol Trans Jawa Mulai Terapkan Sistem Buka-Tutup Situasional

JurnalPatroliNews – Jakarta – Puncak arus balik Lebaran 2026 resmi dimulai hari ini, Selasa (24/3/2026). Sejak dini hari pukul 01.00 WIB, kepadatan volume kendaraan di ruas Tol Trans Jawa mulai menunjukkan peningkatan signifikan.

Kondisi ini memaksa pihak pengelola jalan tol untuk memberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas guna menjaga kelancaran arus menuju Jakarta.

Salah satu dampak utama dari tingginya volume kendaraan adalah penuhnya kapasitas tempat istirahat atau rest area. Berdasarkan laporan resmi Jasa Marga, sistem buka-tutup secara situasional telah diterapkan di beberapa titik krusial untuk mengurai antrean kendaraan yang masuk.

Titik Rest Area dengan Sistem Buka-Tutup:

  • Tol Semarang-Solo: Rest area KM 487 dan KM 456.
  • Tol Jakarta-Cikampek: Rest area Dawuan KM 62 dan rest area Karawang Timur KM 52.

“Diberlakukan rekayasa lalu lintas buka-tutup secara situasional. Kami mengimbau pengguna jalan untuk menggunakan rest area berikutnya jika lokasi tujuan sudah penuh,” tulis akun resmi Jasa Marga.

Update Rekayasa One Way Guna menampung lonjakan kendaraan yang diprediksi mencapai 285 ribu unit pada hari ini, Korlantas Polri masih menerapkan sistem satu arah atau one way.

Saat ini, one way diberlakukan mulai dari KM 390 Kendal hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama.

Selain itu, terdapat juga penerapan one way lokal di wilayah Jawa Tengah, tepatnya dari Salatiga KM 459 hingga Banyumanik KM 420. Pengendara diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di setiap titik transisi.

Imbauan Menhub Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk sedapat mungkin menghindari perjalanan pada puncak arus balik yang jatuh pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026.

Hal ini penting untuk meminimalkan risiko terjebak kemacetan panjang di ruas-ruas utama tol menuju Jabodetabek.