JurnalPatroliNews – Jakarta – Sebuah duka mendalam menyelimuti militer Kolombia setelah pesawat angkut berat jenis Hercules milik Angkatan Udara jatuh sesaat setelah lepas landas pada Senin (23/3/2026).
Insiden mematikan ini terjadi di wilayah Puerto Leguizamo, sebuah area yang berdekatan dengan perbatasan selatan antara Kolombia dan Ekuador.
Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut membawa puluhan personel militer saat kecelakaan terjadi. Gambar-gambar yang disiarkan oleh stasiun televisi negara RCN menunjukkan pemandangan memilukan, di mana badan pesawat tampak rusak parah, hancur berkeping-keping, dan terbakar hebat di tengah rimbunnya hutan.
“Ini adalah peristiwa yang sangat menyakitkan bagi negara ini,” ungkap Sanchez sebagaimana dikutip dari AFP.
Dua Peleton Tentara Menjadi Korban Pihak Militer Kolombia menyatakan bahwa sekitar 80 tentara diyakini telah gugur dalam insiden tragis tersebut.
Sumber militer menyebutkan bahwa pesawat tersebut mengangkut dua peleton prajurit untuk misi pergerakan pasukan.
Sebagai catatan, pesawat jenis Hercules memang dirancang sebagai tulang punggung angkut logistik dan personel yang mampu membawa hingga 100 tentara sekaligus.
Investigasi dan Evakuasi di Lokasi Kejadian Hingga berita ini diturunkan, unit militer khusus sudah dikerahkan dan berada di lokasi jatuhnya pesawat untuk melakukan evakuasi.
Meskipun jumlah pasti korban jiwa belum dirilis secara resmi oleh otoritas tertinggi, kekhawatiran besar menyelimuti nasib 80 prajurit yang berada di dalam manifes penerbangan tersebut.
Penyebab jatuhnya pesawat masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Pihak berwenang belum dapat memastikan apakah kecelakaan dipicu oleh kegagalan teknis pada mesin saat lepas landas atau faktor cuaca ekstrem yang sering melanda wilayah hutan selatan Kolombia.














