Prabowo Hubungi Presiden Palestina, Tegaskan Solidaritas Indonesia di Momentum Idulfitri


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan momentum Idulfitri 1447 Hijriah untuk mempererat hubungan diplomatik dengan negara sahabat, termasuk melalui sambungan telepon dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa komunikasi tersebut merupakan bagian dari silaturahmi Presiden dengan para pemimpin dunia, khususnya dari negara-negara muslim.

“Presiden Prabowo Subianto kembali melanjutkan komunikasi mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri melalui sambungan telepon dengan para pemimpin muslim negara sahabat, di antaranya Presiden Palestina, Mahmoud Abbas,” ujar Teddy dalam keterangan resminya, Selasa, 24 Maret 2026.

Selain dengan Palestina, Presiden juga melakukan komunikasi serupa dengan sejumlah pemimpin negara lain, di antaranya Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan, serta Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Menurut Teddy, rangkaian komunikasi tersebut tidak sekadar menjadi ajang saling bertukar ucapan hari raya, tetapi juga sarana memperkuat hubungan bilateral serta solidaritas antarnegara.

“Silaturahmi ini menjadi doa dan harapan baik dalam menjaga kedekatan, dukungan, dan memperkuat kerja sama antarnegara, khususnya di momentum Hari Raya yang penuh makna,” lanjutnya.

Lebih lanjut, komunikasi dengan Mahmoud Abbas dinilai mencerminkan konsistensi sikap Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Sejak awal kemerdekaan, Indonesia menempatkan Palestina sebagai mitra strategis dengan ikatan historis yang kuat.

Dalam berbagai forum internasional, Indonesia juga terus berada di barisan depan dalam mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan bermartabat bagi Palestina.

Melalui komunikasi tersebut, pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga solidaritas, mempererat kerja sama, serta mendorong stabilitas kawasan yang lebih luas.

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah menghubungi sejumlah pemimpin dunia lainnya, seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Raja Yordania Abdullah II, serta Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman.