Harga Minyak Dunia Anjlok hingga 11 Persen Usai Trump Tunda Serangan ke Iran


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga sekitar 11 persen setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan rencana serangan militer terhadap Iran selama lima hari.

Mengutip laporan Reuters, pada penutupan perdagangan Senin, 23 Maret 2026, harga minyak mentah Brent merosot 10,9 persen ke level 99,94 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga turun 10,3 persen menjadi 88,13 dolar AS per barel.

Penurunan tajam ini turut menyeret harga bahan bakar berjangka di Amerika Serikat. Harga bensin dan solar dilaporkan ikut terkoreksi sekitar 10 persen, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak 2022.

Meski demikian, pasar energi global masih diliputi volatilitas tinggi. Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak bergerak ekstrem seiring ketidakpastian konflik di Timur Tengah. Bahkan, harga Brent sempat melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2022 sebelum akhirnya terkoreksi tajam.

Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan bahwa dalam 24 jam terakhir telah terjadi komunikasi antara AS dan Iran. Ia menyebut kedua pihak telah menemukan “poin-poin kesepakatan utama” dan optimistis kesepakatan dapat segera tercapai untuk meredakan konflik.

Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak Iran. Pemerintah di Teheran menegaskan tidak ada proses negosiasi dengan Washington. Iran bahkan mengklaim telah melancarkan serangan baru ke Israel serta sejumlah target lain di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga mengeluarkan peringatan keras. Mereka menyatakan siap menargetkan infrastruktur listrik Israel serta fasilitas yang mendukung pangkalan militer AS di kawasan Teluk apabila ancaman dari Washington benar-benar direalisasikan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan harga, ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar energi global.