JurnalPatroliNews – Jakarta — Pertemuan antara Anies Baswedan dengan Susilo Bambang Yudhoyono serta Agus Harimurti Yudhoyono di Cikeas dinilai bukan sekadar silaturahmi Lebaran, melainkan memiliki makna politik yang lebih luas.
Analis politik Adi Prayitno melihat pertemuan tersebut sebagai sinyal awal terbukanya kembali peluang kerja sama politik ke depan, termasuk kemungkinan duet Anies–AHY pada Pemilihan Presiden 2029.
“Yang tertunda di 2024, bukan tidak mungkin dalam sejarah keduanya bisa bersama maju di Pilpres 2029,” ujar Adi dalam kanal YouTube miliknya, Kamis (26/3/2026).
Menurut Adi, Partai Demokrat berpotensi menyiapkan sejumlah skenario alternatif dalam menghadapi kontestasi mendatang. Salah satunya adalah membuka opsi pasangan baru apabila AHY tidak kembali dipasangkan dengan Prabowo Subianto.
Dalam skenario tersebut, Anies dinilai sebagai figur yang masih memiliki daya tarik politik dan elektabilitas yang kompetitif, meskipun saat ini posisinya disebut masih berada di bawah Prabowo.
Di sisi lain, Adi menilai banyak kalangan masih meyakini bahwa Prabowo akan kembali menjadi kandidat kuat pada Pilpres 2029. Namun, posisi calon wakil presiden diperkirakan akan menjadi arena persaingan berbagai kekuatan politik.
“Politik kita memang dinamis, penentunya sering kali ada di tikungan akhir,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kontestasi Pilpres 2029 masih cukup lama. Namun, dinamika politik yang mulai menghangat menunjukkan bahwa proses menuju tahun politik sejatinya telah dimulai sejak sekarang.
“Bagi sebagian pihak, tahun politik itu sebenarnya sudah dimulai,” ujarnya.












