Komandan IRGC Alireza Tangsiri Dikabarkan Tewas dalam Serangan di Iran


JurnalPatroliNews – TEHERAN — Komandan Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Alireza Tangsiri, dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi di Bandar Abbas, Iran.

Laporan tersebut pertama kali disampaikan media Dailystar pada Kamis (26/3/2026), yang mengutip pernyataan pejabat Israel bahwa Tangsiri menjadi salah satu target utama dalam serangan terbaru di wilayah Iran. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi baik dari pemerintah Iran maupun militer Israel terkait kabar tersebut.

Tangsiri dikenal sebagai salah satu tokoh strategis di tubuh IRGC, khususnya dalam pengendalian jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia disebut memiliki peran penting dalam kebijakan pengetatan akses selat tersebut di tengah meningkatnya konflik kawasan.

Karier militernya dimulai sejak Perang Iran–Irak, sebelum kemudian menempati berbagai posisi penting, termasuk sebagai komandan brigade angkatan laut.

Selama menjabat, Tangsiri dikenal vokal dalam menegaskan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz. Ia berulang kali menyatakan bahwa kapal-kapal yang melintas di jalur tersebut wajib memperoleh izin dari otoritas Iran, serta memperingatkan kapal perang asing untuk tidak memasuki wilayah tersebut.

Pekan lalu, Tangsiri juga sempat melontarkan ancaman terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut fasilitas yang terkait dengan AS, termasuk infrastruktur minyak, dapat menjadi target serangan militer.

“Fasilitas Amerika di kawasan akan diserang dengan kekuatan penuh,” ujarnya dalam pernyataan publik.

Ia bahkan menegaskan bahwa daftar target militer Iran terus diperbarui, termasuk fasilitas energi yang berkaitan dengan kepentingan AS.

Meski demikian, kabar mengenai tewasnya Tangsiri masih belum dapat dipastikan kebenarannya, mengingat belum adanya pernyataan resmi dari pihak terkait. Situasi ini menambah ketegangan di kawasan yang sebelumnya sudah memanas akibat konflik yang melibatkan sejumlah negara besar.