Konflik Iran-AS Meluas, Rudal Iran Dicegat Saat Melintasi Wilayah Yordania

JurnalPatroliNews | Amman – Militer Yordania mengonfirmasi telah mencegat dan menembak jatuh tiga rudal balistik yang ditembakkan dari Iran setelah memasuki wilayah udara negara tersebut. Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul rangkaian serangan yang saling dilancarkan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Dalam pernyataan resminya, Angkatan Bersenjata Yordania menyebut sistem pertahanan udara dikerahkan pada Rabu (15/7/2026) dini hari untuk mengantisipasi ancaman yang melintasi wilayah udara nasional.

“Sistem pertahanan udara mencegat dan menembak jatuh tiga rudal balistik pada Rabu dini hari setelah memasuki wilayah udara Yordania dari wilayah Iran,” demikian pernyataan militer Yordania.

Pihak militer memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat insiden tersebut.

Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Di sisi lain, Angkatan Darat Iran dan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang diklaim berkaitan dengan militer Amerika Serikat di kawasan.

Angkatan Darat Iran mengklaim serangannya menyasar Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania yang disebut sebagai salah satu fasilitas militer Amerika Serikat.

Sementara itu, IRGC menyatakan telah meluncurkan rudal jelajah ke arah Mina Abdullah, Kuwait, yang diklaim menjadi pusat logistik militer AS.

Selain dua lokasi tersebut, Iran juga mengaku menargetkan Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat yang bermarkas di Bahrain.

Ketegangan Regional Terus Meningkat

Rangkaian serangan terbaru menunjukkan meluasnya dampak konflik Iran dan Amerika Serikat ke sejumlah negara di kawasan Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan atau fasilitas militer Washington.

Hingga saat ini, belum terdapat pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai klaim Iran atas serangan terhadap fasilitas militernya di Yordania, Kuwait, maupun Bahrain.

Situasi keamanan di kawasan masih berkembang, sementara berbagai negara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya konflik yang dapat berdampak pada stabilitas regional dan jalur pelayaran internasional.

Komentar