JurnalPatroliNews – Jakarta – Suasana duka menyelimuti kawasan Pangkal Titi, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, setelah dua orang remaja dilaporkan terseret arus sungai saat sedang mandi, Jumat (27/3).
Satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan, Hery Marantika, mengonfirmasi bahwa kedua korban adalah Bram Pasaribu (14) dan Batara Dewi (13).
Insiden bermula ketika keduanya sedang berenang di sekitar aliran sungai sebelum akhirnya terbawa arus yang cukup deras.
“Setelah menerima informasi, tim Pos SAR Tanjung Balai Asahan segera diberangkatkan ke lokasi. Korban bernama Bram Pasaribu berhasil ditemukan sekitar pukul 16.15 WIB dalam kondisi meninggal dunia, berjarak kurang lebih 1 kilometer dari titik awal kejadian,” jelas Hery dalam keterangan resminya, Sabtu (28/3).
Operasi SAR Masih Berlanjut Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih berupaya keras menyisir aliran sungai untuk menemukan Batara Dewi (13).
Fokus operasi pencarian hari ini adalah memperluas area penyisiran di sepanjang aliran sungai serta memperkuat koordinasi dengan warga dan unsur terkait di lapangan.
“Operasi SAR terus dilanjutkan untuk satu korban yang masih hilang. Kami melakukan koordinasi intensif dengan seluruh unsur yang terlibat dan memperluas jangkauan pencarian di sepanjang aliran sungai,” tambah Hery.
Pihak Basarnas juga menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan memperhatikan aspek keselamatan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama bagi anak-anak dan remaja di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.














