JurnalPatroliNews – Jakarta – Amerika Serikat kembali diguncang aksi unjuk rasa besar-besaran bertajuk “No Kings” pada Sabtu (28/3).
Gelombang protes yang melibatkan jutaan peserta di 50 negara bagian ini menyuarakan kecaman keras terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump, keterlibatan militer di Iran, hingga isu kekerasan petugas federal.
Berdasarkan laporan Reuters, lebih dari 3.200 agenda aksi telah direncanakan di seluruh penjuru negeri. Gerakan ini menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar yang menentang kebijakan otoritarianisme di era modern AS.
“Diradikalisasi oleh Belas Kasih” Di Saint Paul, Minnesota, Gubernur Tim Walz menyampaikan orasi yang membakar semangat ribuan demonstran di depan gedung Capitol.
Dalam aksinya, warga membawa poster foto Renee Good dan Alex Pretti, dua warga yang tewas ditembak petugas imigrasi federal tahun ini.
“Mereka menyebut kita radikal. Anda benar sekali, kita telah diradikalisasi—oleh belas kasih, kesopanan, proses hukum yang adil, dan demokrasi untuk menentang otoritarianisme,” tegas Walz, Minggu (29/3).
Lautan Massa di Manhattan dan Washington Di New York, puluhan ribu orang memadati pusat kota Manhattan hingga membentang lebih dari 10 blok.
Aktor senior Robert De Niro, yang menjadi salah satu motor penggerak, menegaskan bahwa Trump merupakan ancaman nyata bagi keamanan nasional.
“Kami berjuang melawan raja, dan kami berjuang untuk kebebasan. Kami hanya melakukannya lagi,” ujar Holly Bemiss (54), salah satu peserta yang menyamakan semangat aksi ini dengan Revolusi Amerika.
Pemandangan serupa terlihat di National Mall, Washington, di mana teriakan pro-demokrasi menggema. Bahkan, di Maryland, sekelompok lansia pengguna kursi roda turut turun ke jalan dengan poster bertuliskan “Lawan Tirani”.
Kericuhan di Dallas Meski sebagian besar aksi berjalan damai, ketegangan pecah di Dallas. Ribuan pendemo “No Kings” terlibat bentrok fisik dengan kelompok kontra-protes yang dipimpin oleh Enrique Tarrio, mantan pemimpin organisasi sayap kanan Proud Boys.
Bentrokan dipicu saat kelompok kontra-protes mencoba memblokir akses jalan massa. Kepolisian Dallas terpaksa melakukan sejumlah penangkapan untuk meredam situasi yang sempat memanas di lokasi.














