Teror Bom di Paris: Remaja Asal Senegal Ditangkap, Mengaku Direkrut Lewat Snapchat

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepolisian Prancis berhasil menggagalkan upaya serangan bom yang menyasar kantor Bank of America di Paris pada Sabtu (28/3) dini hari waktu setempat.

Seorang tersangka berhasil diringkus tepat saat hendak menyalakan perangkat peledak rakitan di depan gedung perbankan tersebut.

Berdasarkan laporan AFP, pelaku ditangkap petugas patroli sesaat setelah meletakkan sebuah alat berbahaya.

Perangkat tersebut diketahui terdiri dari wadah berisi lima liter cairan yang diyakini sebagai bahan bakar, lengkap dengan sistem pengapian manual.

“Saat petugas menyergapnya, pelaku sedang memegang korek api dan bersiap menyulut perangkat tersebut,” ungkap sumber kepolisian setempat.

Rekrutmen Melalui Media Sosial Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengaku sebagai warga negara Senegal dan masih di bawah umur. Namun, pihak berwenang saat ini masih melakukan verifikasi mendalam terkait identitas aslinya.

Pengakuan yang cukup mengejutkan muncul saat interogasi, di mana pelaku mengklaim dirinya direkrut melalui aplikasi pesan instan Snapchat. Ia dijanjikan imbalan sebesar 600 euro atau sekitar Rp 10 juta untuk menjalankan aksi nekat tersebut.

Penyelidikan Anti-Terorisme Mengingat target dan metode serangan yang digunakan, Kantor Kejaksaan Anti-Terorisme Prancis (PNAT) segera mengambil alih penyelidikan.

Langkah ini diambil guna mendalami keterlibatan jaringan terorisme internasional atau kemungkinan adanya sel rekrutmen daring yang menyasar anak muda.

Saat ini, tersangka masih berada dalam tahanan kepolisian untuk proses penyidikan lebih lanjut. Keamanan di sekitar objek vital dan institusi keuangan asing di Paris dilaporkan mulai diperketat guna mengantisipasi adanya ancaman serupa.