Iwan Fals Soroti Gelombang Demo di AS, Sebut Trump Dilawan Rakyatnya Sendiri


JurnalPatroliNews – JAKARTA — Musisi legendaris Iwan Fals menyoroti gelombang demonstrasi besar yang terjadi di Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir. Aksi bertajuk “No Kings” itu disebut melibatkan jutaan warga yang turun ke jalan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan perang pemerintah.

Melalui akun X miliknya, Iwan Fals menyampaikan pandangannya terkait situasi tersebut. Ia menilai Presiden Donald Trump justru menghadapi perlawanan dari rakyatnya sendiri.

“Kayaknya Trump kalah sama rakyatnya sendiri, tuh didemo gede-gedean, jutaan orang turun ke jalan tolak kebijakan perang,” tulis Iwan Fals, Senin (30/3/2026).

Pelantun lagu “Bento” itu juga mengkritik kebijakan perang yang dinilai tidak membawa manfaat, melainkan memperburuk kondisi masyarakat.

“Sudahilah perang itu, mubazir, tidak ada gunanya, menyusahkan, lebih baik hal-hal yang membawa kebaikan,” lanjutnya.

Gelombang demonstrasi tersebut dilaporkan terjadi di lebih dari 3.300 titik di seluruh 50 negara bagian AS, mencakup kota-kota besar seperti New York dan Los Angeles, hingga wilayah pedesaan. Aksi solidaritas juga meluas ke sejumlah negara di Eropa, Kanada, dan kawasan lainnya.

Aksi massa ini dipicu oleh kebijakan perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang diluncurkan pada akhir Februari 2026 tanpa persetujuan penuh dari Kongres AS.

Kebijakan tersebut menuai kritik luas karena dinilai memicu korban sipil, termasuk anak-anak di Iran, serta meningkatkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Selain itu, dampak ekonomi seperti lonjakan harga minyak juga dirasakan langsung oleh masyarakat Amerika.

Menurut Iwan Fals, gelombang demonstrasi ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat menginginkan diakhirinya konflik dan menuntut kebijakan yang lebih mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.