JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Indonesia memastikan bahwa eskalasi konflik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah tidak menghambat proses persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H / 2026 M.
Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji asal Indonesia dijadwalkan mulai berangkat pada 22 April 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil setelah melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan operasional serta koordinasi intensif dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi.
“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada kendala dalam persiapan, baik dari sisi Indonesia maupun pihak Arab Saudi. Insyaallah, keberangkatan pertama jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 22 April 2026,” ujar Dahnil dalam keterangannya di Arab Saudi, Senin (30/3).
Haji sebagai Instrumen Perdamaian Di tengah situasi geopolitik yang dinamis, Dahnil menekankan bahwa ibadah haji membawa pesan universal tentang perdamaian, kesetaraan, dan perlindungan terhadap kelompok rentan.
Ia berharap momen sakral ini dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara yang tengah berkonflik untuk mengedepankan dialog.
“Haji memiliki pesan kuat tentang perdamaian. Kita berharap eskalasi konflik di Timur Tengah dapat menurun, sehingga pelaksanaan haji bisa berlangsung dengan aman dan nyaman bagi seluruh umat manusia,” tambahnya.
Dukungan Diplomasi Global Dahnil juga mengapresiasi upaya Presiden Prabowo Subianto yang terus membangun dialog antarpemimpin dunia untuk mendorong perdamaian global.
Menurutnya, stabilitas kawasan sangat krusial bagi kelancaran jutaan jemaah dari seluruh penjuru dunia yang akan berkumpul di Tanah Suci.
Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji—mulai dari transportasi, akomodasi, hingga perlindungan jemaah—berjalan optimal.
Masyarakat Indonesia pun diajak untuk terus mendoakan kelancaran proses ini agar jemaah dapat beribadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dengan selamat.













