JurnalPatroliNews | Jakarta – Praktisi hukum sekaligus akademisi, M. Sunandar Yuwono atau yang lebih dikenal dengan sapaan Bang Sunan, resmi menggagas dan mendirikan PIDSUS WATCH INDONESIA, sebuah organisasi masyarakat yang berfokus pada edukasi hukum, penguatan integritas, pencegahan korupsi, serta pengawasan partisipatif masyarakat terhadap berbagai isu penegakan hukum di Indonesia.
Kehadiran organisasi tersebut dilandasi keprihatinan terhadap pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung terciptanya sistem hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan. Menurut Bang Sunan, pembangunan negara hukum yang kuat tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat yang memiliki kesadaran hukum tinggi.
“Negara hukum tidak hanya membutuhkan aparat penegak hukum yang kuat, tetapi juga partisipasi masyarakat yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. PIDSUS WATCH INDONESIA hadir untuk menjadi jembatan antara masyarakat dan upaya penegakan hukum yang berintegritas,” ujar Bang Sunan dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa PIDSUS WATCH INDONESIA bukanlah lembaga penegak hukum, melainkan organisasi kemasyarakatan yang menjalankan fungsi edukasi, kajian, advokasi sosial, dan kontrol publik sesuai koridor hukum yang berlaku. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional melalui peningkatan kesadaran hukum dan budaya integritas.
Dalam pelaksanaannya, PIDSUS WATCH INDONESIA akan fokus pada sejumlah program strategis, di antaranya pendidikan hukum masyarakat, kampanye antikorupsi, penguatan budaya integritas, kajian kebijakan publik, hingga penyaluran aspirasi masyarakat kepada instansi yang berwenang.
Mengusung slogan “Mengawal Integritas, Menjaga Keadilan Bangsa”, organisasi tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu membangun gerakan moral dan intelektual guna memperkuat kesadaran hukum masyarakat serta mendukung upaya pencegahan tindak pidana khusus.
“PIDSUS WATCH INDONESIA mengusung semangat ‘Mengawal Integritas, Menjaga Keadilan Bangsa’. Kami ingin membangun gerakan moral dan intelektual yang mampu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan tindak pidana khusus,” katanya.
Bang Sunan menegaskan bahwa organisasi yang dibentuknya terbuka untuk menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kejaksaan Republik Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi, perguruan tinggi, media massa, organisasi profesi, serta elemen masyarakat sipil lainnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap bentuk kerja sama akan tetap menghormati independensi dan kewenangan masing-masing lembaga.
“Kami ingin menjadi mitra strategis dalam bidang edukasi, pencegahan, dan penguatan integritas. PIDSUS tidak akan mencampuri kewenangan penyelidikan, penyidikan, maupun penuntutan yang merupakan domain aparat penegak hukum,” tegasnya.
Nama WATCH yang disematkan dalam organisasi tersebut memiliki makna filosofis tersendiri. WATCH merupakan akronim dari Wisdom, Accountability, Transparency, Commitment, dan Humanity, yang menjadi fondasi nilai dan arah gerakan organisasi dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.
Sebagai langkah awal, PIDSUS WATCH INDONESIA akan melakukan pembentukan kepengurusan nasional, menyusun dewan pakar yang melibatkan akademisi serta praktisi hukum, sekaligus mempersiapkan legalitas organisasi berbadan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Bang Sunan berharap organisasi yang digagasnya dapat menjadi energi baru dalam memperkuat budaya hukum yang sehat, meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya integritas, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem penegakan hukum nasional.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak gerakan masyarakat yang berintegritas, objektif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa. PIDSUS WATCH INDONESIA hadir untuk menjadi bagian dari solusi tersebut,” pungkasnya.









