Absen 5 Kali di DPR, Mendagri Tito Minta Maaf: Saya Sedang Fokus Penanganan Bencana

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait absennya beliau dalam beberapa agenda rapat bersama Komisi II DPR RI belakangan ini.

Di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (30/3/2026), Tito mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan instruksi khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengawal langsung penanganan bencana di Sumatera.

Tito menjelaskan bahwa intensitas tugas lapangan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sangatlah tinggi, bahkan mencapai 3 hingga 4 hari dalam sepekan sejak November tahun lalu.

“Dari awal 29 November, saya sudah diperintah oleh Pak Presiden untuk turun ke lapangan di daerah bencana yang sangat luas di tiga provinsi,” ungkap Tito.

Penugasan intensif inilah yang kemudian membawanya ditunjuk sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera.

Tantangan Logistik dan Komunikasi Eks Kapolri ini menceritakan pengalamannya saat harus membagi waktu antara tugas lapangan dan undangan parlemen.

Ia mengaku seringkali terkendala masalah teknis komunikasi karena posisi geografis yang sulit.

“Saya menerima undangan melalui WA dari staf saya dua hari sebelum acara. Saya terima hari Sabtu untuk hari Senin, padahal saat itu saya lagi di tengah hutan,” tuturnya.

Tito menegaskan bahwa ketidakhadirannya sebanyak lima kali dalam rapat sebelumnya murni karena prioritas tugas negara yang mendesak dan sama sekali tidak bermaksud mengabaikan marwah DPR.

Ia pun meminta agar ke depan koordinasi jadwal bisa dilakukan lebih awal secara informal agar pihaknya dapat mengatur waktu dengan lebih baik.

Apresiasi dan Kelakar Komisi II Menanggapi penjelasan tersebut, Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menyambut hangat kehadiran Mendagri. Suasana rapat pun cair dengan kelakar Rifqi mengenai absensi Tito sebelumnya.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya, serta rasa kangen yang seberat-beratnya kepada Bapak Mendagri.

Tadi saya ditanya kok telat, saya bilang nggak apa-apa mengkompensasi Pak Tito yang nggak hadir 5 kali, kita kasih telat sedikit 30 menit,” ujar Rifqi diiringi tawa.

Meskipun sempat absen, Tito memastikan bahwa setiap rapat tetap berjalan optimal dengan mendelegasikan tiga wakil menteri untuk hadir memberikan keterangan, sebagai bentuk penghormatan terhadap kemitraan dengan legislatif.