Jusuf Kalla Sampaikan Duka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon


JurnalPatroliNews – Jakarta –  Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar Jusuf Kalla dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa, 31 Maret 2026.

Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI, ketiga prajurit gugur dalam dua peristiwa berbeda di wilayah Lebanon selatan. Prajurit TNI dari Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, Praka Farizal Rhomadhon, dilaporkan tewas akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret 2026.

Sementara itu, dua prajurit lainnya yakni Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan gugur saat menjalankan tugas pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam misi Sector East Mobile Reserve (SEMR) pada Senin, 30 Maret 2026.

Jusuf Kalla menegaskan, para prajurit yang gugur bukan hanya pejuang bagi bangsa Indonesia, tetapi juga simbol pengabdian untuk perdamaian dunia.

“Mereka adalah pahlawan perdamaian yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemanusiaan dan stabilitas dunia,” tuturnya.

Ia juga menilai kehadiran TNI dalam misi perdamaian internasional merupakan bukti nyata komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan konstitusi.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik. Meski demikian, Indonesia dinilai tetap konsisten berkontribusi dalam berbagai misi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Di akhir pernyataannya, Jusuf Kalla mengajak masyarakat untuk mendoakan para prajurit yang gugur serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Pengabdian mereka tidak hanya untuk Indonesia, tetapi untuk seluruh umat manusia. Ini adalah kehilangan besar, namun juga kebanggaan bagi bangsa,” pungkasnya.