JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) mengakui bahwa hingga saat ini belum memiliki rencana induk atau roadmap jangka panjang untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu di perairan ibu kota.
Padahal, ikan ini dikenal sebagai spesies invasif yang mendominasi ekosistem sungai dan mengancam ikan lokal.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan bahwa meskipun rencana jangka panjang belum tersedia, upaya pengendalian peredaran ikan invasif tetap dilakukan melalui pengawasan rutin setiap tahunnya.
“Pemprov DKI Jakarta belum mempunyai rencana jangka panjang (roadmap) pengendalian spesies invasif di perairan Jakarta. Namun, kegiatan terkait pengendalian peredaran ikan invasif sudah dilakukan secara rutin,” ujar Hasudungan, Rabu (1/4/2026).
Pengawasan Berlapis di Berbagai Level Hasudungan menekankan bahwa pengawasan ikan sapu-sapu melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari tingkat nasional hingga daerah:
- Badan Karantina Indonesia (BKI): Mengawasi pintu masuk negara untuk mencegah masuknya bibit ikan sapu-sapu secara ilegal.
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP): Bertanggung jawab atas regulasi perdagangan dan pembudidayaan skala nasional.
- Dinas KPKP DKI: Mengawasi praktik perdagangan di wilayah Jakarta serta mencegah pelepasan ikan ke alam liar.
- Satpol PP: Bertindak sebagai penegak hukum di lapangan jika ditemukan praktik perdagangan yang melanggar ketentuan.
Ancaman Spesies Invasif Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys) merupakan ancaman serius karena kemampuannya beradaptasi di air dengan tingkat polusi tinggi.
Tanpa adanya roadmap yang jelas, populasi ikan ini dikhawatirkan akan terus meledak dan mematikan mata pencaharian nelayan sungai serta merusak keseimbangan ekologi sungai-sungai di Jakarta.
Dinas KPKP mengimbau masyarakat untuk tidak melepasliarkan ikan sapu-sapu ke sungai atau waduk, serta melaporkan jika melihat adanya perdagangan ikan invasif yang tidak sesuai izin di wilayah DKI Jakarta.














