Menhan AS Pete Hegseth Ungkap Detail Operasi 14 Jam Evakuasi Pilot di Wilayah Musuh

JurnalPatroliNews – Jakarta – Direktur Central Intelligence Agency (CIA), John Ratcliffe, secara resmi mengungkapkan keberhasilan operasi intelijen tingkat tinggi dalam mengevakuasi dua kru pesawat tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh di Iran pekan lalu.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Ratcliffe menyebut bahwa kemenangan misi ini terletak pada kemampuan CIA membingungkan otoritas Iran selama proses pencarian.

“CIA melaksanakan operasi khusus untuk mengecoh Iran, yang begitu bernafsu memburu kru pesawat tempur kami,” tegas Ratcliffe sebagaimana dilansir melalui kanal YouTube resmi Gedung Putih, Senin (6/4).

Menurut penjelasan CIA, kedua pilot AS tersebut berhasil bertahan hidup dengan bersembunyi di sebuah gua di kawasan pegunungan terjal.

Medan yang sulit ini menjadi keunggulan bagi tim penyelamat yang memiliki pemetaan data lebih akurat dibandingkan pihak musuh. “Mungkin celah-celah di gunung itu tidak terlihat bagi musuh, tetapi tidak untuk CIA,” tambah Ratcliffe.

Operasi Udara Masif dan Kerugian Material Misi penyelamatan ini tercatat sebagai salah satu operasi paling masif dalam sejarah konflik modern, dengan melibatkan total 170 pesawat tempur Amerika Serikat untuk mengamankan ruang udara Iran.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memberikan rincian teknis mengenai pembagian armada dalam dua tahap evakuasi.

Sebanyak 21 pesawat dikerahkan untuk mengevakuasi kru pertama, sementara 155 pesawat tempur lainnya dikerahkan untuk memastikan keselamatan kru kedua.

“Kami melakukan operasi ini dengan presisi tinggi dan kontrol penuh atas ruang udara. Kami terbang selama 7 jam di siang hari untuk evakuasi pilot pertama, dan 7 jam di malam hari untuk pilot kedua,” ujar Hegseth.

Meski misi utama berhasil, Pentagon mengakui adanya kerugian material dalam operasi berisiko tinggi ini. Setidaknya dua pesawat transportasi AS harus diledakkan di lokasi oleh tim penyelamat karena terjebak dalam pasir gurun yang ekstrem guna mencegah teknologi pesawat tersebut jatuh ke tangan Iran.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi suntikan moral bagi pasukan koalisi di tengah meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah.