JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi mengumumkan pemberlakuan gencatan senjata sementara di sepanjang garis depan pertempuran di Ukraina.
Keputusan ini diambil untuk menghormati perayaan Paskah Ortodoks, memberikan kesempatan bagi prajurit dari kedua belah pihak yang bertikai untuk sejenak menghentikan kontak senjata dan merayakan hari besar keagamaan tersebut sesuai kalender liturgis.
Pihak Kremlin melalui keterangan resmi yang dilansir AFP pada Jumat (10/4) menyatakan bahwa periode jeda pertempuran ini akan dimulai pada Jumat (10/4) pukul 16.00 waktu setempat dan dijadwalkan berlangsung hingga akhir hari Sabtu (11/4).
Momentum ini dipilih karena bertepatan dengan puncak perayaan Paskah dalam tradisi Katolik Ortodoks.
Menindaklanjuti keputusan tersebut, Presiden Putin telah menginstruksikan Staf Umum militer Federasi Rusia untuk menghentikan segala bentuk operasi tempur di seluruh sektor konflik selama periode yang telah ditentukan.
“Staf Umum telah diberitahu untuk menghentikan operasi tempur di semua wilayah pada periode ini. Kami juga tetap bersiaga untuk menghadapi segala bentuk provokasi.
Kami berharap pihak Ukraina juga bersedia mengikuti langkah yang diambil oleh Federasi Rusia,” ujar pernyataan resmi dari pihak Kremlin.
Makna Liturgis di Tengah Konflik Sebagaimana diketahui, agama Katolik Ortodoks merupakan keyakinan mayoritas bagi masyarakat di Rusia maupun Ukraina.
Berbeda dengan Katolik Roma atau Protestan yang menggunakan kalender Gregorian, tradisi Ortodoks masih setia pada penanggalan Julian.
Hal inilah yang menyebabkan perayaan Paskah Ortodoks jatuh pada tanggal yang berbeda dari perayaan Paskah global.
Gencatan senjata ini dipandang oleh para pengamat internasional sebagai jeda kemanusiaan yang langka di tengah intensitas konflik yang masih tinggi.
Meskipun bersifat sementara, inisiatif ini memberikan ruang bagi para pemuka agama dan keluarga di wilayah terdampak konflik untuk melakukan ritual ibadah dengan lebih aman.
Hingga berita ini diturunkan, dunia internasional tengah memantau reaksi dari pihak Kyiv mengenai apakah mereka akan menyambut seruan gencatan senjata satu hari ini guna menghindari pertumpahan darah lebih lanjut di hari suci tersebut.














