JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Nasional, Ferry Juliantono, menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara MES Jawa Barat dengan program strategis nasional, yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah ini diambil untuk memastikan arah pengembangan ekonomi syariah ke depan lebih fokus pada sektor riil agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam agenda Seminar dan Talkshow MES Jawa Barat yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal bersama Bank Indonesia (BI) dan OJK Jawa Barat pada Sabtu (11/4), Menkop Ferry menekankan bahwa koperasi harus menjadi penggerak utama ekonomi di tingkat desa. Menurutnya, potensi pasar domestik Indonesia sebagai populasi muslim terbesar di dunia harus menjadi batu loncatan bagi MES untuk berkembang lebih pesat dalam 25 tahun ke depan.
“Sekarang yang diperlukan adalah ruang kolaborasi yang mempertemukan kekuatan dari badan usaha, pemerintah, masyarakat, dan komunitas. Sektor riil harus menjadi catatan utama dan prioritas bagi MES, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujar Ferry Juliantono.
Integrasi Ekosistem KDKMP KDKMP dipandang sebagai instrumen strategis karena memiliki infrastruktur yang langsung menyentuh masyarakat bawah. Saat ini, terdapat sekitar 4.200 unit KDKMP yang siap beroperasi secara fisik, sementara 32.000 unit lainnya sedang dalam tahap pembangunan. Koperasi ini mencakup berbagai bidang usaha, mulai dari pembiayaan mikro, gerai ritel modern, hingga layanan kesehatan seperti klinik dan apotek.
Menkop merinci tiga fungsi utama KDKMP, yakni:
- Menyalurkan kebutuhan pokok masyarakat dan barang subsidi pemerintah.
- Menjadi offtaker (penyerap) bagi produk-produk hasil desa.
- Menjadi kanal penyaluran berbagai program strategis pemerintah pusat.
Melalui fungsi tersebut, MES Jawa Barat didorong untuk terlibat aktif dalam penguatan pembiayaan mikro syariah serta mengisi gerai ritel KDKMP dengan produk lokal yang telah melalui proses kurasi dan inkubasi.
Dorong Model Pembiayaan Mikro dan Ekonomi Hijau Ferry juga menginstruksikan agar lembaga perbankan syariah di Jawa Barat mulai merancang model pembiayaan mikro yang spesifik untuk koperasi desa.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat akses permodalan bagi UMKM dan industri kecil agar tumbuh secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Ketua Umum MES Jawa Barat, Harry Maksum, menambahkan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak boleh lepas dari isu kelestarian lingkungan.
Berkaca pada rentetan bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, ia mengusulkan pembentukan Komite Ekonomi Hijau dan Pelestarian Lingkungan Hidup dalam struktur organisasi MES Nasional.
“Jangan sampai kita tidak peduli dengan lingkungan, karena ini adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem ekonomi syariah. Kami berharap program pemberdayaan ekonomi umat dapat berjalan selaras dengan upaya penanaman pohon dan pelestarian alam melalui dukungan berbagai pihak,” pungkas Harry.













