Kebakaran Pabrik Kasur di Desa Curug Bogor Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban Jiwa

JurnalPatroliNews – Bogor – Musibah kebakaran melanda sebuah pabrik kasur milik PT Era Foam yang berlokasi di Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (11/4).

Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB tersebut sempat mengejutkan warga sekitar sebelum akhirnya berhasil ditangani oleh petugas pemadam kebakaran.

Komandan Regu Damkar Sektor Parung, Refgie, menjelaskan bahwa api dipicu oleh gangguan pada instalasi listrik. Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, kebakaran bermula ketika sebuah kabel listrik tertarik oleh alat berat hingga menimbulkan percikan api. Percikan tersebut kemudian menyambar material busa yang mudah terbakar di dalam area pabrik.

“Api diduga kuat berasal dari korsleting listrik tersebut, yang kemudian membakar tumpukan busa dan menyebabkan titik api menyebar dengan cepat ke bagian bangunan lainnya,” ujar Refgie saat dikonfirmasi.

Upaya Pemadaman dan Pengerahan Armada Guna memadamkan kobaran api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bogor mengerahkan sebanyak lima unit armada pemadam. Bantuan personel dan unit juga datang dari wilayah tetangga untuk mempercepat proses evakuasi dan pemadaman.

“Kami menerjunkan empat unit mobil pemadam dari Kabupaten Bogor dan mendapat dukungan satu unit tambahan dari Kota Depok,” tambahnya.

Laporan mengenai kebakaran ini pertama kali diterima petugas melalui informasi warga setempat yang melihat kepulan asap tebal dari area pabrik. Berkat respons cepat petugas, api tidak merambat ke pemukiman penduduk di sekitar lokasi industri tersebut.

Kondisi Terkini dan Kerugian Petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Setelah berjuang selama beberapa jam, petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan si jago merah dan saat ini situasi di lokasi terpantau sudah aman terkendali.

“Api sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Saat ini personel di lapangan masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersembunyi yang berpotensi menyala kembali,” kata Refgie.

Mengenai total kerugian materil, pihak berwenang belum dapat memberikan taksiran angka pasti. Hal ini dikarenakan pemilik perusahaan tidak berada di lokasi saat kejadian, dan petugas hanya berkoordinasi dengan pihak manajemen yang ada di tempat.