JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul rentetan insiden pohon tumbang di Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Dalam kurun waktu sepekan terakhir, tercatat tiga kejadian serupa yang mengakibatkan kerusakan pada rumah tinggal serta kendaraan milik warga.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi bahwa rangkaian peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 5, 7, dan 11 April 2026. Faktor penyebab diidentifikasi mulai dari cuaca ekstrem berupa angin kencang hingga kondisi biologis pohon yang sudah tidak layak.
Insiden Terbaru di Jalan TB Simatupang Kejadian terbaru dilaporkan terjadi pada Sabtu (11/4) malam sekitar pukul 18.55 WIB di kawasan Jalan TB Simatupang. Sebuah pohon jenis waru gunung dengan diameter 30 cm tumbang saat wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas ringan namun disertai angin kencang.
Peristiwa bermula ketika seorang petugas keamanan bernama Adit menepikan sepeda motornya di bawah pohon untuk berteduh saat hendak pulang kerja.
Tak lama berselang, batang pohon yang kondisinya sudah rapuh tersebut roboh dan menimpa kendaraan korban. Meskipun motor mengalami kerusakan dengan taksiran kerugian Rp 3 juta, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kerusakan Properti dan Kendaraan di Jalan Puskesmas Sebelumnya, pada Selasa (7/4) sekitar pukul 13.00 WIB, insiden serupa melanda pemukiman di Jalan Puskesmas, RT 04 RW 01. Angin kencang diduga kuat menjadi penyebab utama tumbangnya pohon yang kemudian menimpa satu unit mobil dan satu rumah tinggal. Total kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 5 juta.
Masalah Kontur Tanah dan Sampah di Siman Enor Insiden paling awal dalam sepekan ini terjadi pada Minggu (5/4) malam di Jalan Siman Enor, RT 02 RW 05.
Sebuah pohon kapuk berukuran besar tumbang hingga menimpa mobil Toyota Avanza dan bagian kanopi rumah warga. Dampak dari kejadian ini cukup serius, di mana tiga kepala keluarga yang terdiri dari delapan jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.
Berdasarkan analisis di lapangan, tim BPBD menemukan bahwa penyebab utama tumbangnya pohon kapuk tersebut adalah kontur tanah yang tidak stabil.
Hal ini diperburuk oleh tumpukan sampah di area perakaran yang membuat akar pohon tidak mampu mencengkeram tanah secara maksimal.
Langkah Antisipasi BPBD DKI Jakarta telah menyelesaikan penanganan di ketiga lokasi tersebut sehingga akses jalan kini kembali normal.
Masyarakat diimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon saat hujan lebat atau angin kencang, serta melaporkan segera jika melihat pohon yang tampak rapuh atau miring demi meminimalisir risiko kecelakaan di masa mendatang.














