JurnalPatroliNews – Jakarta – Upaya meredakan ketegangan dalam rangka peringatan Paskah Ortodoks di medan perang Ukraina berakhir dengan aksi saling tuding.
Baik Ukraina maupun Rusia mengeklaim pihak lawan telah melanggar kesepakatan gencatan senjata sementara hingga ribuan kali, mencerminkan rapuhnya upaya perdamaian di tahun kelima konflik ini.
Meskipun kedua belah pihak secara prinsip menyetujui penghentian pertempuran selama momen keagamaan tersebut, laporan serangan artileri dan drone tetap masif terjadi di sepanjang garis depan.
Laporan Militer Ukraina Staf Umum militer Ukraina menyatakan bahwa hingga Minggu (12/4) pagi pukul 07.00 waktu setempat, telah tercatat sebanyak 2.299 pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pasukan Rusia.
Pelanggaran tersebut meliputi serangan darat, penembakan artileri, hingga penggunaan pesawat tanpa awak (drone).
“Tercatat 2.299 pelanggaran, yang mencakup 28 serangan darat, 479 aksi penembakan, serta ribuan serangan menggunakan drone tempur dan drone FPV,” demikian pernyataan resmi militer Ukraina sebagaimana dikutip dari Reuters.
Klaim Pihak Rusia Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengeluarkan pernyataan tandingan yang menuduh angkatan bersenjata Ukraina melakukan 1.971 pelanggaran dalam periode yang sama. Moskow mengeklaim bahwa pihak Kyiv tetap mengoperasikan tank dan artileri, serta melancarkan lebih dari 1.300 serangan drone FPV di berbagai sektor.
Meskipun laporan pelanggaran cukup tinggi, Ukraina mencatat adanya penurunan intensitas pada jenis serangan tertentu. Selama periode gencatan senjata ini, tidak terdeteksi adanya serangan jarak jauh menggunakan drone Shahed, bom udara berpemandu, maupun rudal balistik, yang biasanya rutin menghantam infrastruktur Ukraina.
Situasi di Lapangan Di wilayah Kharkiv, suasana dilaporkan relatif lebih kondusif dibandingkan hari-hari biasanya. Letnan Kolonel Vasyl Kobziak dari militer Ukraina menyebutkan bahwa jeda ini memberikan kesempatan bagi para prajurit untuk menjalankan tradisi keagamaan.
“Rekan-rekan kami memiliki kesempatan untuk memberkati keranjang Paskah mereka dan merasakan kehangatan hari raya ini, meskipun gencatan senjata tidak sepenuhnya dipatuhi,” ujarnya.
Gencatan senjata sementara ini sebelumnya diumumkan untuk berlangsung selama 32 jam, mulai Sabtu (11/4) sore hingga Minggu malam.
Langkah ini mengikuti usulan penghentian pertempuran sementara yang dibahas oleh kepemimpinan kedua negara.
Konflik yang dipicu oleh invasi Rusia sejak Februari 2022 ini telah menjadi perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.
Hingga saat ini, pertempuran telah menelan ratusan ribu korban jiwa dan memicu krisis pengungsian skala besar di kawasan tersebut tanpa ada tanda-tanda penyelesaian permanen dalam waktu dekat.













