Situasi Iran Memanas, Pemerintah Indonesia Amankan 45 WNI Lewat Jalur Perbatasan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran terus mengupayakan perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia (WNI) di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pada Minggu (12/4), sebanyak 45 WNI berhasil dievakuasi meninggalkan ibu kota Iran dalam operasi pemulangan tahap ketiga.

Berdasarkan keterangan resmi KBRI Teheran melalui akun media sosialnya, proses evakuasi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian perlindungan warga yang telah direncanakan secara matang.

Sebelum keberangkatan, Duta Besar RI telah menggelar pertemuan (townhall meeting) untuk mensosialisasikan prosedur keselamatan dan memetakan kondisi WNI yang tersebar di berbagai kota di Iran.

Tim KBRI memberikan pendampingan penuh dan pengawalan langsung sejak keberangkatan dari kantor kedutaan hingga seluruh rombongan mencapai titik aman di perbatasan negara tetangga. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan para warga selama dalam perjalanan di wilayah yang tengah dilanda ketegangan militer.

“Koordinasi intensif terus dijalin dengan perwakilan RI di negara-negara sekitar guna memantau dinamika kawasan dan merencanakan langkah-langkah perlindungan strategis selanjutnya,” tulis pernyataan resmi KBRI Teheran pada Senin (13/4).

Eskalasi Konflik di Selat Hormuz Upaya evakuasi ini dilakukan di tengah situasi keamanan yang kembali memanas setelah kegagalan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan. Fokus ketegangan kini bergeser ke Selat Hormuz, jalur logistik global yang sangat vital.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya melontarkan ancaman untuk mengerahkan kekuatan Angkatan Laut guna memblokade selat tersebut.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menegaskan bahwa mereka memegang kendali penuh atas lalu lintas di Selat Hormuz dan memperingatkan akan menindak tegas setiap pihak yang mencoba menantang kedaulatan wilayah tersebut.

Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi dari waktu ke waktu. WNI yang masih berada di wilayah konflik diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan selalu menjalin komunikasi dengan KBRI guna mengantisipasi perkembangan kondisi keamanan yang dinamis.