JurnalPatroliNews – JAKARTA — Dua menteri di Kabinet Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi untuk lebih aktif menghasilkan riset yang berorientasi pada kebutuhan nasional serta memperkuat hilirisasi inovasi.
Ajakan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf dalam acara Idulfitri FunFest 2026 yang digelar oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Amran menilai kualitas riset di perguruan tinggi Indonesia sebenarnya sudah cukup baik. Namun, ia menyoroti masih adanya kelemahan dalam aspek hilirisasi dan pemasaran hasil inovasi.
Menurutnya, kampus perlu lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar serta mampu mengomunikasikan produk inovasi secara efektif agar dapat dimanfaatkan secara luas.
“Kolaborasi antarperguruan tinggi tanpa sekat institusional menjadi penting untuk mendorong kemandirian nasional,” ujar Amran dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (13/4/2026).
Sementara itu, Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan turut meminta dukungan dari kalangan akademisi dan alumni untuk membantu menciptakan solusi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi jamaah haji dan umrah Indonesia.
Ia menekankan pentingnya inovasi guna mencegah berulangnya sejumlah kendala yang kerap terjadi di Tanah Suci.
“Kami berharap kampus dan alumni dapat berkontribusi menciptakan program atau inovasi agar berbagai persoalan haji tidak terus berulang,” kata Irfan.
Menanggapi ajakan tersebut, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Bambang Pramujati, serta Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITS, Wiluyo Kusdwiharto, menyatakan kesiapan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Kami siap meningkatkan kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, sehingga ketahanan pangan dan energi yang menjadi cita-cita Presiden dapat terwujud,” ujar Wiluyo.











